- Home
- /
- News
- /
- Megapolitan
Holywings Peduli Gelar Pemeriksaan Mata Gratis dan Salurkan Alat Kesehatan untuk Warga Karet Kuningan
Kredit Foto: Istimewa
Pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis digelar bagi warga Karet Kuningan, Jakarta, dalam kegiatan yang diselenggarakan Holywings Peduli di Superhouse Satrio pada 11 Oktober 2026.
Kegiatan ini juga diisi dengan edukasi kesehatan mata dan penyerahan peralatan medis untuk mendukung pelayanan Posbindu dan Posyandu setempat.
Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Penglihatan Sedunia atau World Sight Day 2026, yang jatuh pada 8 Oktober. Program ini menyasar masyarakat yang membutuhkan layanan pemeriksaan mata, terutama kelompok lanjut usia yang berisiko mengalami penurunan penglihatan.
Berdasarkan estimasi Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) yang dirujuk WHO Indonesia, sekitar 15 juta penduduk Indonesia berusia 50 tahun ke atas mengalami gangguan penglihatan. Katarak dan kelainan refraksi termasuk penyebab utama gangguan penglihatan pada kelompok usia tersebut.
Komisaris Utama Holywings Group sekaligus Ketua Program CSR Holywings Peduli, Andrew Susanto, mengatakan pemeriksaan mata diperlukan untuk membantu masyarakat mengetahui kondisi penglihatan dan menentukan penanganan yang sesuai.
Menurut Andrew, penurunan kemampuan melihat kerap dianggap sebagai bagian normal dari proses penuaan. Padahal, pemeriksaan mata tetap diperlukan untuk mendeteksi gangguan yang membutuhkan koreksi atau penanganan medis.
“Kami berharap kegiatan ini bisa memberikan edukasi sekaligus membantu warga yang membutuhkan kacamata agar dapat beraktivitas dengan lebih nyaman,” ujar Andrew.
Dalam kegiatan tersebut, warga juga mendapatkan edukasi kesehatan mata melalui diskusi bersama refraksionis optisien dari Optik 99K. Materi yang disampaikan mencakup kelainan refraksi, presbiopia atau mata tua, serta pentingnya pemeriksaan mata secara berkala.
Presbiopia umumnya mulai dirasakan pada usia 40 tahun ke atas dan ditandai dengan kesulitan melihat objek dekat, seperti tulisan kecil atau layar ponsel.
Salah satu pilihan koreksi penglihatan untuk kebutuhan jarak dekat, menengah, dan jauh adalah lensa progresif, dengan pemilihan yang disesuaikan berdasarkan hasil pemeriksaan.
Peserta juga mendapat informasi mengenai gangguan mata seperti katarak, glaukoma, dan retinopati diabetik. Sejumlah kondisi tersebut dapat berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal sehingga pemeriksaan menyeluruh penting untuk membantu mendeteksinya lebih dini.
Untuk menjaga kesehatan mata, masyarakat dianjurkan menerapkan aturan 20-20-20 ketika menggunakan perangkat digital, yakni setiap 20 menit mengalihkan pandangan ke objek berjarak sekitar enam meter selama 20 detik.
Menjaga pola makan, menggunakan pelindung mata dari sinar ultraviolet, serta mengendalikan diabetes dan tekanan darah tinggi juga dapat mendukung kesehatan penglihatan.
Selain layanan pemeriksaan mata, Holywings Peduli menyerahkan peralatan kesehatan kepada Posbindu dan Posyandu Karet Kuningan. Bantuan tersebut mencakup oksimeter, tensimeter digital, stetoskop, termometer digital, timbangan badan dan bayi yang dilengkapi pengukur tinggi badan, perlengkapan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), meja dan kursi lipat, tempat tidur pemeriksaan, lemari alat kesehatan, kursi roda, serta tiga set alat ukur kepala dan lengan bayi.
Lurah Karet Kuningan, Leo Yudhantara Harahap, mengapresiasi kegiatan pemeriksaan mata dan pemberian kacamata gratis tersebut. Ia menilai program itu membantu warga, khususnya lansia, sekaligus mendukung pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat melalui bantuan peralatan medis.
Salah seorang peserta, Wishnu (67), mengatakan pemeriksaan dan kacamata gratis membantunya mengatasi kesulitan melihat tulisan kecil. Peserta lainnya, Anugrah (52), mengaku memperoleh pemahaman lebih baik mengenai pentingnya pemeriksaan mata rutin.
Kegiatan tersebut turut didukung Superhouse Satrio, Helens Night Mart Kuningan, dan Helens Bar Epicentrum. Selain layanan kesehatan, penyelenggara mengadakan permainan berhadiah bagi peserta.
Melalui kegiatan ini, akses pemeriksaan mata dan dukungan fasilitas kesehatan menjadi dua fokus utama program, terutama bagi warga yang membutuhkan layanan kesehatan dasar di lingkungan tempat tinggalnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: