- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Koster Ribut di SPBU Gegara Antrean BBM Bali, Bahlil dan Dirut Pertamina Disorot
Kredit Foto: Istimewa
Politisi PDI Perjuangan Guntur Romli menyoroti polemik antrean bahan bakar minyak (BBM) di Bali yang belakangan menjadi perbincangan publik. Ia mempertanyakan tanggung jawab pihak yang berwenang atas pasokan BBM, sementara perhatian masyarakat justru tersedot pada video Gubernur Bali I Wayan Koster yang beradu argumen dengan petugas SPBU.
Melalui unggahannya di X, Guntur menilai viralnya insiden tersebut berpotensi mengalihkan perhatian dari persoalan utama, yakni keluhan masyarakat mengenai pasokan BBM. Ia secara khusus menyinggung Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Direktur Utama Pertamina yang dinilainya tidak terlihat menghadapi persoalan di lapangan.
"Bahlil Bersembunyi, Koster yang Dihakimi: Siapa Sebenarnya Biang Antrean BBM di Bali?" tulisnya dikutip Jumat (16/10/2026).
Guntur menyebut perhatian publik telah bergeser dari masalah distribusi BBM ke tindakan Koster yang terekam dalam video viral. Menurutnya, pergeseran tersebut berisiko membuat persoalan yang dialami masyarakat Bali tidak lagi menjadi sorotan utama.
"Pengalihan isu terjadi di Bali. Dari isu utama krisis BBM menjadi video viral Gubernur Bali I Wayan Koster ribut dengan petugas SPBU," sambungnya.
Meski mengkritik pergeseran perhatian tersebut, Guntur menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud membenarkan tindakan Koster terhadap petugas SPBU. Ia menilai membentak petugas bukan cara yang tepat untuk menyelesaikan masalah, terlebih petugas tersebut juga sedang bekerja dalam situasi penuh tekanan.
"Saya tidak sedang ingin membela ucapan Pak Koster," sebutnya.
"Membentak petugas SPBU bukan cara yang baik, dan petugas itu juga rakyat kecil yang sedang bekerja di bawah tekanan. Tapi mari kita lihat peristiwa ini secara utuh," imbuhnya.
Guntur kemudian menekankan bahwa persoalan pasokan BBM berada dalam tanggung jawab Pertamina dan Kementerian ESDM, bukan pemerintah provinsi. Ia mempertanyakan mengapa Koster justru menjadi pihak yang berhadapan langsung dengan kemarahan masyarakat di tengah persoalan distribusi tersebut.
Baca Juga: Petugas SPBU Ngamuk di Depan Gubernur Bali saat Diminta Kerja 24 Jam: Kami Bukan Robot, Pak!
"Siapa yang seharusnya berdiri di SPBU itu? Pasokan BBM bukan kewenangan gubernur. Itu tanggung jawab Pertamina dan Kementerian ESDM," tanyanya.
"Tetapi justru Pak Koster yang menanggung amarah di lapangan, sementara Bahlil dan Dirut Pertamina tak terlihat, mereka bisa terus bersembunyi," pungkasnya.
Sementara itu, antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Bali dilaporkan mengular dalam beberapa hari terakhir dan menjadi viral di media sosial. Dalam bahan yang disampaikan, kondisi tersebut disebut berkaitan dengan terhambatnya distribusi BBM ke Pulau Bali.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy