Kredit Foto: Istimewa
PT Sahabat Mikro Fintek atau Samir mencatatkan pertumbuhan penyaluran pembiayaan ke luar pulau jawa sebesar 62% secara tahunan (yoy) menjadi lebih dari Rp1,02 triliun sepanjang Januari–September 2026. Meskipun, pulau jawa masih mendominasi portofolio pembiayaan perusahaan dengan kontribusi sebesar 69%.
Direktur Utama Samir, Handy Juniandri, mengatakan perusahaan berupaya memperluas akses pembiayaan ke berbagai daerah untuk membuka akses modal bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Strategi tersebut juga disertai penguatan manajemen risiko, prinsip kehati-hatian, dan tata kelola perusahaan yang baik.
“Pindar Samir memiliki posisi yang semakin penting dalam menyediakan alternatif pembiayaan bagi UMKM. Dukungan Samir terhadap pembiayaan UMKM sejalan dengan kebijakan OJK untuk mendorong industri Pindar di Indonesia sebagai sarana untuk menghadirkan akses pembiayaan yang semakin luas dan berkualitas serta memberikan manfaat nyata dalam mendorong perekonomian masyarakat,” terang Handy dalam keterangan resmi, Jumat (16/10/2026).
Diketahui bahwa pertumbuhan pembiayaan di luar Jawa paling tinggi terjadi di Sumatra sebesar 65%, diikuti Kalimantan 64%, Sulawesi 60%, Bali dan Nusa Tenggara 57%, Maluku 47%, serta Papua 38%.
Di sisi lain, Handy menyebut pertumbuhan di Pulau Jawa mengalami penurunan sekitar 0,2% secara tahunan. Kondisi tersebut terjadi ketika penyaluran di luar Jawa terus mencatatkan pertumbuhan positif. Meski demikian, besarnya kontribusi Jawa menunjukkan bahwa distribusi pembiayaan Samir masih terkonsentrasi di wilayah tersebut.
Jika dilihat secara kumulatif, Samir telah menyalurkan pembiayaan lebih dari Rp8,25 triliun kepada lebih dari 2 juta peminjam di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Pembiayaan Digital Makin Besar, Pindar Siapkan Strategi Hadapi 2027
Baca Juga: Pembiayaan Utang Tembus Rp494,3 Triliun per September 2026, Setara 2 Kali Lipat Anggaran MBG
Dari sisi risiko kredit, per 16 Oktober 2026, perusahaan mencatat rasio kredit macet sebesar 1,95%, lebih rendah dibandingkan angka industri yang disebut mencapai 4,73%.
Untuk menopang ekspansi, samir juga memperkuat kerja sama pendanaan dengan lembaga keuangan formal melalui skema channeling.
Dari total 12 lender institusi, tiga di antaranya berasal dari sektor perbankan, yakni PT Bank Neo Commerce Tbk, PT Super Bank Indonesia Tbk, dan PT Bank Sahabat Sampoerna.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: