Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Sinyal Bahaya di Ring 1: Pengamat Sebut Jokowi Kini Jadi 'Musuh dalam Selimut' bagi Prabowo

        Sinyal Bahaya di Ring 1: Pengamat Sebut Jokowi Kini Jadi 'Musuh dalam Selimut' bagi Prabowo Kredit Foto: Tangkapan layar Youtube TV Parlemen
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ada barat api dalam dinamika transisi kekuasaan dan konstelasi politik nasional antara Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto. Muncul sebuah analisis berani melabeli sang mantan kepala negara sebagai ancaman internal bagi stabilitas pemerintahan yang baru seumur jagung di Indonesia.

        Pengamat Politik, Heru Subagia melontarkan pandangan yang sangat menohok terkait relasi kekuasaan antara poros dari Solo (Jokowi) dan Hambalang (Prabowo). Heru melihat bahwa hubungan politik keduanya menyimpan persoalan struktural yang sangat kompleks, yang berpotensi merugikan posisi dari Prabowo.

        Baca Juga: PDIP Sebut Operasi Jokowi dan Anwar Usman Jadi Kunci Utama Lolosnya Gibran di Pilpres 2024

        Menurut Heru, Jokowi yang saat ini tengah berjuang keras mengamankan posisi dan masa depan politik keluarganyam terutama di tengah gencarnya wacana pemakzulan terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia tanpa sadar telah memosisikan dirinya berseberangan dengan kepentingan stabilisasi rezim Prabowo.

        "Jokowi hari ini adalah musuh dalam selimut bagi Prabowo Subianto. Hal itu baik secara personal maupun koalisi," ungkap Heru Subagia, dikutip Sabtu (17/10/2026).

        Menurutnya, Jokowi tidak lagi memiliki kekuasaan eksekutif secara de jure, namun masih mencoba mengendalikan bidak-bidak politiknya dari balik layar demi melindungi dinasti keluarganya. Manuver-manuver politik inilah yang dinilai berpotensi merongrong wibawa dan independensi kepemimpinan Prabowo Subianto.

        Heru menyoroti bahwa keretakan relasi ini sebenarnya bukanlah hal yang mengejutkan bagi kalangan elite politik. Persoalannya kini hanya tinggal menunggu waktu kapan konflik tersebut akan meletus ke permukaan.

        "Dalam peta kekuasaan jangka panjang menuju 2029, keretakan hubungan antara poros keduanya sudah menjadi rahasia umum," kata Heru.

        Sebelumnya, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menduga ada operasi politik di balik polemik ijazah yang menyeret dirinya dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

        Ia menilai persoalan tersebut dimanfaatkan sejumlah pihak hingga terus menjadi perbincangan publik. Menurutnya, ada pihak lain yang ikut menunggangi polemik ijazah dirinya dan putra sulungnya tersebut.

        Baca Juga: SMRC Buktikan Kualitas Kepemimpinan Gibran dan Kaesang Jeblok, Kiamat Kredibilitas Dinasti Jokowi?

        "Iya kan sudah saya sampaikan sejak awal, ini ada operasi politik, kemudian ada penumpang gelap yang menunggangi lagi. Jadi menjadi ramai sekali," kata Jokowi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: