Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        ASEAN Siaga 3, Kabut Asap Sumatra dan Kalimantan Makin Mencekik

        ASEAN Siaga 3, Kabut Asap Sumatra dan Kalimantan Makin Mencekik Kredit Foto: NASA Earth
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC) mengaktifkan Level Siaga 3 untuk kawasan ASEAN bagian selatan seiring meluasnya titik panas dan kabut asap di sejumlah wilayah, termasuk Sumatra dan Kalimantan. Pada Minggu (18/10/2026), kualitas udara di sejumlah stasiun pemantauan di kedua wilayah tersebut dilaporkan berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya.

        Dalam laporan terbarunya yang diperbarui pada Minggu pukul 10.58 waktu setempat, ASMC menyebut cuaca kering dan berawan masih mendominasi kawasan ASEAN bagian selatan sepanjang malam. Hujan hanya terpantau di sejumlah wilayah utara Semenanjung Malaysia, Sumatra, dan Kalimantan.

        Titik panas terdeteksi secara luas di Kalimantan dan Sumatra, sementara jumlahnya relatif sedikit di wilayah lain kawasan ASEAN bagian selatan. Kabut asap dengan intensitas sedang hingga pekat menyelimuti sebagian Kalimantan, Semenanjung Malaysia, Sumatra, serta wilayah barat Sarawak.

        ASMC melaporkan stasiun pemantauan kualitas udara di Singapura dan Semenanjung Malaysia mencatat tingkat polusi udara kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Sementara itu, stasiun di Kalimantan dan Sumatra melaporkan kualitas udara pada kategori tidak sehat hingga berbahaya.

        Luas keseluruhan titik panas dan sebaran kabut asap belum dapat dipastikan karena tutupan awan yang cukup luas menghambat pemantauan.

        Dalam perkiraan cuaca beberapa hari ke depan, ASMC memperkirakan kawasan ASEAN bagian selatan masih akan mengalami kondisi relatif kering. Hujan lokal berpeluang terjadi di Semenanjung Malaysia, wilayah utara dan tengah Sumatra, serta sebagian Kalimantan.

        Meski hujan berpotensi memperbaiki kondisi, ASMC memperingatkan aktivitas titik panas dan kabut asap kemungkinan tetap tinggi, terutama di wilayah yang mengalami kekeringan berkepanjangan. Risiko terjadinya kabut asap lintas batas dengan tingkat keparahan tinggi juga masih berlanjut.

        Baca Juga: Karhutla Ganggu 2.458 Penerbangan Domestik hingga 17 Oktober 2026

        Baca Juga: Sudah Muak soal Karhutla? Singapura Tegur 7 Perusahaan RI hingga Ancam...

        Baca Juga: Karhutla Belum Padam, Warga Sesak Napas, Negara Tetangga Protes, Pejabat Justru Bicara Potensi Bisnis

        Angin di kawasan ASEAN bagian selatan diperkirakan bertiup dari tenggara hingga barat daya. Di sebagian Kalimantan, angin diprakirakan relatif lemah dengan arah yang berubah-ubah.

        Sementara itu, kawasan ASEAN bagian utara diperkirakan masih mengalami cuaca basah, meski kondisi lebih kering berpotensi terjadi di wilayah utara subkawasan Mekong. Aktivitas titik panas di kawasan tersebut diprakirakan tetap rendah.

        Laporan ASMC diperbarui pada 18 Oktober 2026 pukul 10.58 waktu setempat.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Annisa Nurfitri
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: