Kredit Foto: Dokumentasi BGN
Aktivis kemanusiaan Azzam Mujahid Izzulhaq mengusulkan penghentian sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan mengalihkan anggarannya untuk menangani darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa penanganan darurat karhutla harus menjadi prioritas demi melindungi keselamatan jiwa, kesehatan, dan masa depan anak-anak.
"Pernyataan Penghentian Sementara Program MBG dan Pengalihan Anggaran untuk Penanganan Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan," tulisnya di akun X, dikutip Senin (19/10/2026).
"Kepada segenap Kementerian, Lembaga, Badan, pihak terkait dan masyarakat luas yg saya cintai dan banggakan. Di tengah keprihatinan mendalam atas darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yg saat ini tengah melanda berbagai wilayah dan mengancam keselamatan jiwa, kesehatan, serta masa depan ribuan anak-anak kita, negara dihadapkan pada sebuah pilihan moral yg menuntut prioritas kemanusiaan tertinggi," ujarnya.
Baca Juga: Gerindra: Prabowo Banyak Prestasinya, tapi Belum Disadari Publik
Dalam narasi yang ditulisnya, penghentian tersebut bukan dimaksudkan untuk mengabaikan kebutuhan gizi anak, melainkan sebagai langkah darurat untuk menghadapi bencana.
"Dengan memohon keridhaan Tuhan Yang Maha Esa serta mengutamakan keselamatan rakyat di atas segalanya, pemerintah menyatakan penghentian sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG)," ungkapnya.
"Keputusan ini bukanlah penolakan atas pentingnya nutrisi anak-anak kita, melainkan sebuah langkah darurat yg mendesak untuk mengalihkan dan memfokuskan seluruh sumber daya serta anggaran yg ada guna menanggulangi bencana karhutla secara cepat, tepat, dan tuntas," lanjut dia.
Dalam usulannya, pengalihan anggaran disebut perlu dilakukan secara transparan dan terukur. Dana tersebut diarahkan untuk mendukung pemadaman titik api, penyediaan fasilitas evakuasi, serta penanganan medis bagi warga yang terdampak asap dan bencana karhutla.
Baca Juga: Rocky Gerung: Gue Pro MBG Pro Koperasi, Yang Kritik Itu Sakit Hati Doang
"Setiap detik sangat berharga ketika keselamatan manusia dan kelestarian lingkungan dipertaruhkan. Kami memastikan bahwa langkah pengalihan anggaran ini dilakukan secara transparan, terukur, dan sepenuhnya dikonsentrasikan untuk pemadaman titik api, penyediaan fasilitas evakuasi, serta penanganan medis darurat bagi warga yg terdampak langsung oleh asap dan musibah ini," sebutnya.
Azzam juga mengajak masyarakat untuk mendukung petugas yang bekerja di lapangan. Ia menilai keselamatan anak-anak tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan nutrisi, tetapi juga dengan jaminan lingkungan yang aman dari ancaman bencana.
"Kami percaya, perlindungan terbaik bagi anak-anak dan masa depan bangsa hari ini adalah dengan memastikan mereka dapat bernapas dengan aman di bumi yg bebas dari bencana. Mari kita bahu-membahu mendoakan dan mendukung kerja keras para petugas di lapangan agar darurat karhutla ini dapat segera teratasi," sambungnya.
Pernyataan itu ditutup dengan penegasan bahwa keselamatan dan solidaritas nasional harus menjadi landasan kebijakan dalam menghadapi bencana.
"Atas nama kemanusiaan, keselamatan, dan solidaritas nasional, kebijakan ini kami tetapkan. Pemimpin dan pelayan rakyat Indonesia, Prabowo Subianto," L pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: