Elektabilitas KDM Tembus 35,5%, PSI: Rakyat Memang Cari Pemimpin yang Bisa Kerja
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Elektabilitas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM mencuri perhatian dalam survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Dalam simulasi semi terbuka calon presiden, Dedi meraih dukungan 35,5 persen, jauh di atas Presiden Prabowo Subianto yang memperoleh 9,8 persen.
Hasil survei yang dilaksanakan pada 1–10 Oktober 2026 itu turut mendapat respons dari politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedy Nur Palakka. Ia menilai tingginya angka dukungan terhadap KDM menjadi sinyal bahwa masyarakat tengah mencari sosok pemimpin yang mampu menunjukkan hasil kerja nyata.
"Menurut survei terbaru dari SMRC KDM tembus di angka 35,5 %," ungkap Dedy di akun X, dikutip Senin (19/10/2026).
Baca Juga: Relawan Jokowi: Kita Punya Keyakinan Roy Suryo akan Masuk Penjara
Menurut Dedy, dinamika tersebut juga menjadi gambaran menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2029 yang berpotensi menghadirkan figur-figur baru. Ia menyoroti usia sejumlah nama yang dinilai masih berada dalam fase produktif dan penuh semangat.
"Ini sinyal kalau rakyat Indonesia memang sedang mencari pemimpin yang bisa kerja," ujarnya.
"2029 akan menjadi ajang pemilihan umum dengan nama-nama baru dan dari sisi usia kelihatan masih dalam usia sangat bersemangat dan produktif," tambah dia.
Dalam simulasi semi terbuka yang mengajukan 24 nama calon presiden, Dedi Mulyadi memang menempati posisi pertama dengan elektabilitas 35,5 persen. Di bawahnya, Anies Baswedan memperoleh 10,3 persen, disusul Prabowo Subianto dengan 9,8 persen dan Gibran Rakabuming Raka sebesar 8,4 persen.
Baca Juga: Gerindra: Prabowo Banyak Kinerja dan Prestasinya, tapi Belum Disadari Publik
Sementara itu, nama-nama lainnya mendapatkan dukungan di bawah 6 persen. Adapun responden yang belum menentukan pilihan tercatat mencapai 13,9 persen.
Keunggulan Dedi juga terlihat ketika SMRC menguji skenario yang hanya mempertemukan dirinya dengan Prabowo. Dalam simulasi tersebut, dukungan terhadap KDM mencapai 69,3 persen, sedangkan Prabowo memperoleh 18,8 persen. Sebanyak 12 persen responden lainnya belum menentukan pilihan.
Adapun survei ini melibatkan total 1.213 responden dengan metode pengumpulan data yang disesuaikan berdasarkan kepemilikan telepon seluler. Sebanyak 1.013 responden yang memiliki telepon seluler dipilih secara acak menggunakan metode double sampling dan diwawancarai melalui telepon.
Sementara itu, 200 responden yang tidak memiliki telepon seluler dipilih menggunakan metode stratified multistage random sampling dan diwawancarai secara tatap muka.
SMRC menyatakan survei tersebut memiliki margin of error sekitar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, dengan asumsi pengambilan sampel acak sederhana (simple random sampling).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: