Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Asap Karhutla Belum Reda, Prabowo Gelar Rapat Besar Sore Ini: Dudung Bocorkan Bakal Ada Evaluasi Total

        Asap Karhutla Belum Reda, Prabowo Gelar Rapat Besar Sore Ini: Dudung Bocorkan Bakal Ada Evaluasi Total Kredit Foto: BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan memimpin rapat koordinasi terbatas pada Senin (19/10/2026) pukul 14.30 WIB untuk mengevaluasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Evaluasi tersebut akan menjangkau komando operasi hingga satuan teritorial TNI di daerah terdampak.

        Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman menyampaikan agenda tersebut setelah menggelar rapat tingkat menteri di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta. Ia mengatakan Prabowo terus memantau perkembangan titik api dan memberikan perhatian intensif terhadap penanganan karhutla.

        "Dan nanti jam 14.30 Bapak Presiden juga akan mengundang kami sehingga kita akan dibahas kembali tentang karhutla. Yang perlu saya sampaikan bahwa perhatian pemerintah, Bapak Presiden tentang karhutla ini sangat intens sekali, baik melalui Zoom maupun secara langsung," ujar Dudung.

        Menurut Dudung, rapat tersebut tidak hanya berisi laporan administratif dari kementerian dan lembaga. Prabowo akan mengevaluasi langkah taktis di lapangan, termasuk memeriksa penanganan karhutla hingga tingkat komando distrik militer (Kodim) dan komando rayon militer (Koramil).

        "Dan nanti pukul 14.30 kita akan rapat lagi dipimpin Bapak Presiden secara langsung, sampai ke koramil, sampai ke dandim dicek oleh Bapak Presiden bagaimana penanganan karhutla ini. Dan ini mohon doanya kepada rekan-rekan sekalian, mudah-mudahan penanganan ini bisa segera tuntas," kata Dudung.

        Sebelumnya, pemerintah telah memetakan sejumlah langkah penanganan, mulai dari operasi modifikasi cuaca, pembasahan gambut menggunakan zat kimia, hingga pengerahan pesawat Hercules dan helikopter untuk pemadaman melalui udara atau water bombing.

        Di sisi penegakan hukum, kepolisian disebut telah memproses 97 korporasi di Sumatera dan Kalimantan yang terindikasi bertanggung jawab atas kebakaran lahan. Pemerintah berharap penguatan koordinasi dan pengawasan langsung dapat mempercepat penanganan karhutla yang telah berlangsung lebih dari dua bulan.

        Baca Juga: Pemerintah Dikritik Lamban Tangani Karhutla, Dudung: Upaya-upaya Itu Sudah Dilaksanakan

        Dudung menegaskan pemerintah akan terus memperkuat koordinasi lintas instansi untuk menjaga keamanan nasional dan memastikan persoalan karhutla segera teratasi.

        “Oleh karenanya ini perlu diketahui oleh seluruh rakyat Indonesia, bahwa pemerintah akan terus memperkuat koordinasi demi keamanan, ketenteraman, dan kesejahteraan, dan mudah-mudahan ke depan masalah karhutla ini segera bisa diatasi, dan keamanan nasional ini akan terjaga, sehingga pembangunan nanti ke arah Indonesia Emas ini akan tetap akan kita bisa kawal bersama,” tandasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Bagikan Artikel: