Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bahlil Sebut Stok Pertalite di Bali hanya Cukup Sampai 12 Hari, Setara 30 Juta Liter

        Bahlil Sebut Stok Pertalite di Bali hanya Cukup Sampai 12 Hari, Setara 30 Juta Liter Kredit Foto: Kementerian ESDM
        Warta Ekonomi, Denpasar -

        Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyebut ketahanan stok Pertalite di Bali saat ini mencapai 11–12 hari. Pemerintah menargetkan ketahanan stok tersebut meningkat menjadi 15 hari untuk memperkuat pasokan setelah distribusi bahan bakar minyak (BBM) dari Jawa ke Bali sempat mengalami gangguan.

        “Sekarang cadangan di Bali 11 hari, 12 hari, saya meningkatkan menjadi 15 hari. Jadi kapal saya tambah tujuh untuk menyuplai,” ujar Bahlil dalam konferensi pers di Bali, Senin (19/10/2026).

        Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster mengungkapkan volume stok Pertalite di Bali mencapai sekitar 30 juta liter. Adapun stok Pertamax tercatat sekitar 10 juta liter.

        “Stoknya kan sampai 12 hari... 30 juta liter. Pertalite. Pertamax 10 juta liter,” ujar Koster dalam kesempatan yang sama.

        Bahlil menjelaskan gangguan pasokan BBM di Bali sebelumnya dipicu keterlambatan kapal pengangkut dari Jawa. Kondisi tersebut menyebabkan ketahanan stok di wilayah Bali sempat turun sekitar tiga hingga empat hari.

        Untuk mempercepat pemulihan pasokan, pemerintah meminta Pertamina menambah armada kapal yang melayani pengiriman BBM dari Jawa ke Bali, dari sebelumnya tiga kapal menjadi tujuh kapal. Penambahan armada tersebut diharapkan memperlancar distribusi dan meningkatkan ketahanan stok secara bertahap.

        “Dari sejak hari Kamis saya sudah meminta kepada Pak Dirut Pertamina untuk menambah transportasi dari Jawa ke Bali,” kata Bahlil.

        Baca Juga: Antrean BBM di Bali Mereda, Ganjil-Genap Diperpanjang hingga 23 Oktober

        Baca Juga: YLKI Desak Prabowo Evaluasi Bahlil, Antrean BBM dan Blackout Jadi Sorotan

        Bahlil menegaskan gangguan yang terjadi berkaitan dengan persoalan teknis dalam manajemen arus logistik Pertamina, bukan karena pengurangan kuota BBM. Pemerintah justru meminta peningkatan ketahanan stok untuk mengantisipasi gangguan distribusi dan menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat.

        Di sisi lain, Koster mengatakan pelayanan BBM di sejumlah SPBU Bali mulai kembali normal setelah pemerintah daerah bersama Pertamina dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan penanganan. Namun, pengaturan kendaraan berdasarkan pelat nomor ganjil dan genap tetap diperpanjang hingga Jumat, 23 Oktober 2026, untuk menjaga kelancaran pelayanan.

        Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Bali atas gangguan pelayanan tersebut. Ia menyatakan Pertamina telah melakukan evaluasi dan berkomitmen memperbaiki pelayanan serta distribusi energi agar kejadian serupa tidak terulang.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: