Prabowo Sentil Penanganan Karhutla, Minta Pemerintah Bergerak Sebelum Api Membesar
Kredit Foto: BPMI
Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah tidak menunggu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi sebelum mengambil tindakan. Ia menekankan pentingnya langkah antisipasi agar penanganan tidak hanya berpusat pada pemadaman ketika api sudah muncul.
"Jangan sampai, perintah Presiden, setelah terbakar baru ada tindakan. Tapi justru sebelum terbakar itu ada tindakan untuk diantisipasi."
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penanganan karhutla perlu dilakukan melalui langkah pencegahan, bukan hanya respons ketika kebakaran sudah terjadi. Pemerintah perlu memastikan upaya antisipasi berjalan seiring dengan kesiapan personel dan peralatan pemadam.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman menyampaikan bahwa pemerintah telah mengerahkan 60 ribu personel dan 47 pesawat untuk menangani karhutla. Pengerahan ini menunjukkan besarnya sumber daya yang disiapkan untuk menghadapi kebakaran di sejumlah wilayah.
Baca Juga: Kasus Karhutla Meluas, Kapolri Ungkap Indikasi Keterlibatan Perusahaan Asing
Selain mengandalkan kekuatan dalam negeri, pemerintah juga mengoordinasikan tawaran bantuan dari negara tetangga. Singapura menawarkan bantuan untuk penanganan karhutla, sedangkan Malaysia telah menyiapkan 52 personel dan tiga pesawat.
Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir sebelumnya menyampaikan bahwa Prabowo telah menyetujui tawaran bantuan negara tetangga. Mekanisme teknis pelaksanaan bantuan tersebut selanjutnya dibahas melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Dukungan internasional dan pengerahan sumber daya nasional menjadi bagian dari upaya menghadapi karhutla. Namun, arahan Prabowo juga menyoroti pentingnya memastikan pemerintah tidak hanya bergerak setelah api muncul.
Penguatan mitigasi diperlukan agar penanganan karhutla tidak semata-mata bergantung pada operasi pemadaman. Dengan menggabungkan kesiapan menghadapi kebakaran dan langkah antisipasi, pemerintah diharapkan dapat menjalankan penanganan yang lebih menyeluruh.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: