Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pramono: Pembangunan Jakarta Harus Berpihak pada Masyarakat Kecil

        Pramono: Pembangunan Jakarta Harus Berpihak pada Masyarakat Kecil Kredit Foto: Syarief Muhammad Syafiq
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan pembangunan Jakarta harus berorientasi pada kebutuhan dan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama kelompok rentan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari pemerataan akses pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial.

        “Tugas seorang pemimpin yaitu melanjutkan hal-hal baik yang belum selesai, memperbaiki apa yang masih kurang, dan memastikan setiap kebijakan memberikan manfaat yang nyata,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (19/10/2026).

        Pramono menjelaskan, sejak awal kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Pemprov DKI menetapkan tiga prioritas utama, yakni pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial.

        Ketiga sektor tersebut menjadi landasan kebijakan pemerintah daerah untuk memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan secara merata, termasuk oleh masyarakat dengan keterbatasan ekonomi.

        Menurut Pramono, keberpihakan pemerintah juga perlu menjangkau berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pekerja sektor informal, pengemudi transportasi publik, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga generasi muda yang belum memperoleh kesempatan untuk berkembang.

        Karena itu, pembangunan Jakarta tidak hanya diarahkan untuk memperkuat daya saing ekonomi, tetapi juga membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup.

        Baca Juga: Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran, Ini Daftar Jalan Jakarta yang Berpotensi Macet

        Menurut Pramono, pembangunan kota membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar kebijakan yang dihasilkan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan pemerataan kesempatan dan kepentingan publik.

        “Peran tersebut semakin penting karena masa depan Jakarta tidak hanya ditentukan oleh pemerintah. Ia ditentukan oleh bagaimana pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat sipil, komunitas, media, dan seluruh warga bekerja berdasarkan kepentingan bersama,” tuturnya.

        Ia berharap kolaborasi antara pemerintah dan berbagai elemen masyarakat dapat memperkuat langkah Jakarta menuju kota global tanpa mengabaikan pemerataan pembangunan, kelestarian lingkungan, serta identitas kebangsaan.

        “Mari kita hadirkan pembangunan yang bukan hanya cepat, tetapi berada di arah yang tepat untuk menjadi kota global yang nyaman bagi warganya, produktif bagi perekonomian, berkelanjutan bagi generasi berikutnya,” pungkas Pramono.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Syarief Muhammad Syafiq
        Editor: Istihanah

        Bagikan Artikel: