Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Dedi Mulyadi: Saya Tidak Marah soal Jalan Jelek, Tapi karena Hal Ini

        Dedi Mulyadi: Saya Tidak Marah soal Jalan Jelek, Tapi karena Hal Ini Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meluruskan anggapan bahwa dirinya tersinggung saat warga memprotes kondisi jalan rusak di Desa Cintajaya, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Menurutnya, persoalan yang membuatnya bereaksi bukanlah kritik mengenai jalan yang rusak, melainkan karena rombongannya diarahkan ke jalur tersebut tanpa penjelasan yang jelas.

        Dedi menjelaskan hal itu saat menerima perwakilan warga Cintajaya di Lembur Pakuan, Subang. Pertemuan tersebut digelar setelah rekaman video yang memperlihatkan rombongannya melintasi jalan rusak di Ciamis ramai diperbincangkan di media sosial.

        Baca Juga: Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Batal Pinjam ke PT SMI, Pilih Opsi Tunda Bayar Demi Amankan APBD

        “Saya tidak marah karena diprotes jalan jelek. Diprotes jalan jelek, sejak di Cikasok pun saya senyum saja,” ujar Dedi, dikutip Selasa (20/10).

        Menurut Dedi, saat itu ia mengira jalan yang dilalui merupakan akses menuju lokasi kegiatan yang hendak didatangi. Namun setelah menempuh perjalanan cukup jauh, rombongan menyadari arah tersebut tidak menuju lokasi acara sehingga harus kembali berbalik.

        “Kalau disampaikan, ‘Pak, acaranya di sana’, mungkin saya juga tidak marah,” ujarnya.

        Dalam dialog tersebut, warga mengungkapkan bahwa kerusakan jalan di wilayah mereka telah berlangsung selama lebih dari satu dekade. Menanggapi hal itu, Dedi menerangkan bahwa ruas jalan tersebut sebelumnya berstatus jalan desa sebelum beralih menjadi jalan kabupaten pada 2023.

        Dengan perubahan status tersebut, tanggung jawab perbaikannya kini berada di tangan Pemerintah Kabupaten Ciamis. Dedi juga menyoroti porsi anggaran infrastruktur jalan yang dinilai masih terbatas dibandingkan total APBD daerah.

        Selain itu, ia menyinggung adanya dana bagi hasil yang belum tersalurkan selama dua tahun terakhir sehingga turut berpengaruh terhadap kemampuan daerah dalam membiayai pembangunan.

        Untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menyiapkan program bantuan perbaikan jalan desa dan jalan kabupaten mulai 2027. Salah satu rencananya adalah menyediakan mobile batching plant yang dapat ditempatkan di tingkat kecamatan.

        Baca Juga: Dedi Mulyadi Batal Pinjam Rp3,4 Triliun, Pemprov Jabar Andalkan APBD 2026

        Melalui fasilitas tersebut, proses produksi beton dapat dilakukan langsung di lokasi proyek sehingga biaya pembangunan dinilai lebih efisien sekaligus menghasilkan kualitas konstruksi yang lebih seragam. Dalam skema itu, pemerintah desa bertugas menyediakan material, sedangkan peralatan pembuat beton disiapkan oleh pemerintah provinsi.

        Meski demikian, Dedi menegaskan jalan berstatus kabupaten, termasuk ruas di Cintajaya, tetap menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Ciamis untuk ditangani dan diperbaiki.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: