- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Tekanan Jual Berpotensi Mereda, IHSG Masih Dibayangi Volatilitas Tinggi
Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang bergerak lebih stabil seiring potensi meredanya tekanan jual pada Selasa (20/10/2026). Meski demikian, volatilitas pasar diperkirakan masih tinggi di tengah ketidakpastian global dan penyesuaian kebijakan di pasar modal domestik.
Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang 4.800–5.050.
Dari pasar global, indeks saham di Wall Street ditutup bervariasi (mixed) pada perdagangan Senin. Penguatan terutama ditopang oleh saham-saham sektor teknologi, yang memberikan dukungan di tengah pergerakan pasar yang belum seragam.
Di dalam negeri, pelaku pasar mencermati sejumlah langkah Bursa Efek Indonesia (BEI), termasuk rencana mengeluarkan saham dengan status High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan IHSG.
"BEI juga akan membuka keterbukaan informasi mengenai afiliasi pemegang saham," tulis riset Phintraco Sekuritas.
Langkah tersebut menjadi bagian dari perkembangan yang perlu diperhatikan investor, terutama dalam mencermati transparansi pasar dan pergerakan indeks ke depan.
Sementara itu, sejumlah indikator global masih menunjukkan tekanan. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat ke level US$103 per barel pada 19 Oktober. Kenaikan harga energi ini menjadi salah satu faktor eksternal yang dicermati pasar.
Imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun juga naik 4 basis poin ke level 5,146% pada 19 Oktober. Kenaikan imbal hasil obligasi AS dapat memengaruhi preferensi investor global terhadap aset berisiko, termasuk pasar saham negara berkembang.
Di sisi lain, harga emas spot melemah 0,5% ke level US$4.143 per troy ounce pada periode yang sama.
Baca Juga: IHSG Berpeluang Rebound ke 5.160, Tapi Waspada Koreksi Lanjutan
Baca Juga: IHSG Berpeluang Rebound, Tapi Reformasi Pasar Modal Jadi Kunci
Dengan kombinasi sentimen global dan perkembangan kebijakan pasar modal domestik tersebut, investor diperkirakan masih akan menghadapi pergerakan pasar yang fluktuatif. Potensi meredanya tekanan jual dapat membuka ruang bagi IHSG untuk bergerak lebih stabil, tetapi arah pergerakan indeks tetap perlu dicermati.
Untuk perdagangan 20 Oktober, Phintraco Sekuritas memasukkan DSSA, AADI, UNTR, ITMG, dan INCO sebagai pilihan utama yang dapat dicermati investor.
Investor tetap perlu memperhatikan pergerakan IHSG dalam kisaran 4.800–5.050 serta perkembangan sentimen global dan kebijakan BEI. Pengelolaan risiko dan penyesuaian strategi terhadap kondisi pasar menjadi penting di tengah volatilitas yang masih tinggi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan