Kredit Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi mengalami technical rebound pada perdagangan Selasa (20/10/2026), setelah terkoreksi tajam pada sesi sebelumnya. Namun, investor tetap perlu mewaspadai risiko koreksi lanjutan di tengah ketidakpastian terkait kebijakan MSCI.
Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman, mengatakan IHSG pada perdagangan kemarin ditutup melemah 3,64%. Tekanan pasar juga diiringi aksi jual bersih investor asing atau net sell sekitar Rp2,28 triliun.
Sejumlah saham yang paling banyak dilepas investor asing adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI).
Menurut Fanny, IHSG berpeluang mengalami rebound teknikal ke kisaran 5.020–5.160. Meski demikian, momentum kenaikan tersebut dapat dimanfaatkan investor untuk merealisasikan keuntungan atau take profit terlebih dahulu.
Pasalnya, potensi pelemahan lanjutan masih terbuka selama ketidakpastian terkait MSCI belum mereda.
“Investor perlu mencermati pergerakan IHSG dan menjaga strategi transaksi di tengah volatilitas pasar,” kata Fanny dalam riset hariannya.
Secara teknikal, area support IHSG berada di kisaran 4.750–4.850. Sementara itu, area resistance diperkirakan berada pada rentang 5.020–5.160.
6 saham pilihan BNI Sekuritas
Untuk perdagangan hari ini, Fanny merekomendasikan enam saham yang dapat dicermati investor, yakni KLBF, EMAS, TAPG, ESSA, INKP, dan ERAA. Berikut strategi transaksi yang disorot:
1. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)
KLBF direkomendasikan dengan strategi buy if break di level 660. Target harga terdekat berada di kisaran 680–705, dengan batas cut loss jika harga turun di bawah 630.
2. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS)
EMAS dapat dicermati dengan strategi buy on weakness pada area 6.575–6.625. Target harga terdekat berada di kisaran 6.800–7.000, sedangkan batas cut loss ditetapkan di bawah 6.500.
3. PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG)
Untuk TAPG, area beli yang disarankan berada di rentang 1.700–1.730 melalui strategi buy on weakness. Target harga terdekat dipatok pada 1.770–1.800, dengan cut loss di bawah 1.700.
4. PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA)
ESSA direkomendasikan untuk strategi buy on weakness pada area 462–470. Target harga terdekat berada di kisaran 490–496, dengan batas cut loss di bawah 452.
Baca Juga: IHSG Berpeluang Rebound, Tapi Reformasi Pasar Modal Jadi Kunci
Baca Juga: Airlangga Santai IHSG Terjun ke 4.900: Itu Biasa, MSCI Ngancam-ngancam dikit
Baca Juga: BEI Keluarkan Saham HSC dari Perhitungan IHSG, Ini Dampaknya
5. PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP)
INKP masuk dalam daftar saham yang dapat dipertimbangkan untuk strategi speculative buy pada area 6.475–6.500. Target harga terdekat berada di rentang 6.750–6.900, sementara batas cut loss ditetapkan di bawah 6.400.
6. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA)
ERAA direkomendasikan dengan strategi buy on weakness pada area 486–494. Target harga terdekat berada di kisaran 498–510, dengan cut loss di bawah 480.
Peluang rebound IHSG dapat menjadi kesempatan bagi investor untuk mengatur kembali strategi transaksi. Namun, ketidakpastian terkait MSCI dan tekanan jual asing masih menjadi faktor risiko yang perlu diperhatikan.
Investor sebaiknya mencermati level beli, target keuntungan, serta batas kerugian yang telah ditetapkan. Rekomendasi saham tersebut merupakan panduan analisis, bukan jaminan keuntungan, sehingga keputusan transaksi tetap perlu disesuaikan dengan profil risiko masing-masing.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: