Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Terancam Enggak Nyapres Gegara Isu Ijazah? Jokowi Soal Nasib Gibran di Pilpres 2029: Semuanya Ada...

        Terancam Enggak Nyapres Gegara Isu Ijazah? Jokowi Soal Nasib Gibran di Pilpres 2029: Semuanya Ada... Kredit Foto: BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Skandal Ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka diyakini tidak hanya berdampak pada jabatannya saat ini, melainkan juga berpotensi mengubur karir politiknya di masa depan. Ancaman kandasnya ambisi politik ssosok ini akhirnya memancing reaksi langsung dari sang king maker, Eks Presiden Joko Widodo (Jokowi).

        Dikutip Selasa (20/10/2026) Jokowi menyoroti bagaimana status Certificate of Attendance anaknya yang dinilai tidak otomatis setara dengan ijazah kelulusan sekolah menengah atas , memunculkan diskursus serius mengenai diskualifikasi administratif anaknya apabila ia berniat maju kembali pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.

        Baca Juga: Roy Suryo Bakal Bebas Jika Jokowi Tak Kunjung Hadiri Sidang Ijazah

        Ia memberikan tanggapan yang sangat taktis. Alih-alih membela validitas dokumen sang anak secara substantif, mantan kepala negara ini memilih untuk melempar penyelesaian persoalan tersebut kepada institusi-institusi formal penyelenggara dan pengawas pemilu.

        Bagi Jokowi, perdebatan mengenai layak atau tidaknya anaknya melenggang ke pilpres bukanlah domain pengamat politik, partai koalisi, maupun tekanan massa, melainkan murni yurisdiksi dari lembaga negara yang ditunjuk oleh konstitusi.

        “Semuanya ada yang memiliki kewenangan untuk memutuskan itu. KPU (Komisi Pemilihan Umum), kita punya Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu), semuanya ada. Semuanya ada mekanismenya dan semuanya ada lembaga yang memiliki kewenangan untuk itu,” ujar Jokowi.

        Pernyataan Jokowi ini dapat dibaca sebagai sinyal bahwa kubu pihaknya akan sepenuhnya mengandalkan keputusan lembaga pemilu di masa mendatang untuk meloloskan kembali berkas pencalonannya. Hal ini mengingatkan publik pada preseden pilpres lalu, di mana mereka menjadi ujung tombak yang memuluskan pendaftaran Gibran.

        Namun, Jokowi juga menyadari bahwa kontestasi nanti masih berjarak tempuh tiga tahun lagi. Dinamika hukum ketatanegaraan serta konstelasi politik bisa berubah drastis dalam kurun waktu tersebut.

        Ia enggan terpancing untuk memberikan deklarasi prematur mengenai kesiapan anaknya dan memilih untuk mendinginkan eskalasi perdebatan politik.

        Baca Juga: Roy Suryo Skakmat Jokowi Soal Tudingan Penumpang Gelap: Gak Usah Bilang Gelap, Mana Ijazah Aslinya?

        “Untuk perubahan pemilu masih jauh,” kata Jokowi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: