Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kubu Jokowi Sudah Tahu dari Awal Gibran Akan Jadi Target 'Penyerangan' Isu Ijazah Berikutnya

        Kubu Jokowi Sudah Tahu dari Awal Gibran Akan Jadi Target 'Penyerangan' Isu Ijazah Berikutnya Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Rentetan polemik mengenai keabsahan dokumen pendidikan yang belakangan ini menghantam istana rupanya sama sekali tidak mengejutkan barisan loyalis Eks Presiden Joko Widodo (Jokowi). Terlebih hal tersebut menyasar sosok dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

        Ketua Kelompok Relawan Pro Jokowi (Projo ) Budi Arie Setiadi secara blak-blakan mengungkapkan bahwa badai politik yang kini menyandera politikus muda itu adalah sebuah skenario usang yang sudah masuk dalam radar antisipasi mereka sejak lama. Kubu loyalis menyadari betul bahwa serangan administratif ini dirancang secara sistematis sebagai alat pembunuhan karakter (character assassination).

        Baca Juga: Balas Tudingan Operasi Politik Jokowi, PKS: Publik Berhak Mempertanyakan dan Mencari Kebenaran

        Menurut Budi, serangan yang saat ini diarahkan kepada wapres tidak bisa dipisahkan dari peta persaingan politik elite pasca-transisi kekuasaan. Ia menegaskan bahwa setelah isu ijazah gagal menjatuhkan wibawa ayahnya di akhir masa jabatannya, target operasi politik secara otomatis akan dialihkan kepada sang putra mahkota.

        "Sejak awal sudah kita antisipasi bahwa habis ijazah Pak Jokowi pasti ijazah Mas Gibran," kata Budi Arie di Unpacking Indonesia bersama Zulfan Lindan, dikutip Selasa (20/10/2026).

        Prediksi tersebut didasarkan pada kalkulasi politik jangka panjang. Budi Arie membedah secara rasional mengapa politikus muda itu menjadi ancaman terbesar bagi faksi-faksi politik lawan.

        Gibran sebagai figur yang menduduki kursi orang nomor dua di negara ini pada usia yang sangat muda membuatnya secara de facto memegang kunci keuntungan demografis dan politis untuk melenggang ke kontestasi kepemimpinan nasional di masa mendatang.

        Bagi kelompok lawan, membiarkan karir politikus itu melaju mulus tanpa hambatan adalah sebuah bunuh diri politik. Oleh sebab itu, reputasi mantan wali kota tersebut harus segera dihancurkan sejak dini (didegradasi) agar tidak menjadi kekuatan yang tak terbendung pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.

        "Tujuannya apa? Kandidat paling serius pemimpin Indonesia masa depan kan Mas Gibran. Umurnya masih muda. Sehingga harus dari awal, dari muda, mesti didegradasi," ujar Budi Arie.

        Pernyataan Budi sekaligus menjadi sinyal kewaspadaan bagi gerbong pendukung pemerintahan bahwa krisis legitimasi yang tengah dibangun oleh pihak tertentu bukanlah sekadar teguran administratif biasa. Ini adalah pertarungan maraton yang sengaja didesain untuk melumpuhkan dinasti politik dari Solo.

        Baca Juga: PDIP Desak Evaluasi Total Kebijakan Prabowo: Konsep Tak Jelas, Padahal Proyek Triliunan Rupiah

        Projo sendiri memastikan bahwa barisan pendukung tidak akan tinggal diam dan siap membentengi sang wakil presiden dari segala bentuk manuver politik kotor yang mencoba mendelegitimasi posisinya secara inkonstitusional.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: