Bukan Hanya Warga, Menkes Minta Petugas Pemadam Karhutla Mendapat Pertolongan Medis
Kredit Foto: Rena Laila Wuri
Petugas yang berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga menjadi perhatian Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta tenaga kesehatan memberikan pertolongan kepada petugas pemadam yang membutuhkan layanan medis saat bertugas di lapangan.
"Kami meminta tenaga kesehatan memberikan pertolongan kepada para pemadam kebakaran yang tengah bertugas yang membutuhkan layanan kesehatan di lapangan," ujar Budi, Selasa (20/10/2026).
Permintaan tersebut menjadi bagian dari penguatan penanganan dampak kesehatan akibat karhutla. Kemenkes juga meminta pemerintah daerah memastikan kebutuhan medis di wilayah yang terdampak asap tebal dapat dipenuhi tanpa penundaan.
Untuk mendukung penanganan di lapangan, Budi menginstruksikan pengiriman tambahan 500.000 masker untuk setiap provinsi terdampak. Bantuan itu disertai oxygen concentrator (OC) dan pasokan obat-obatan yang jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah.
Kemenkes juga kembali menerjunkan tim Pusat Krisis Kesehatan (Puskris) untuk memantau distribusi bantuan dan operasional rumah oksigen. Tim tersebut turut memantau kebutuhan masyarakat agar penanganan kesehatan dapat berjalan terpadu dan sesuai kondisi di daerah terdampak.
Di tingkat layanan dasar, seluruh puskesmas di wilayah terdampak diminta membuka layanan rumah oksigen serta menjamin ketersediaan obat-obatan. Persediaan obat tersebut secara khusus diarahkan untuk menangani infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan diare.
"Seluruh Puskesmas di wilayah terdampak wajib membuka layanan rumah oksigen dan menjamin ketersediaan obat-obatan, khususnya untuk penanganan ISPA dan diare," tegas Budi.
Selain memperkuat fasilitas kesehatan, Kemenkes bersama pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan tenaga kesehatan setempat menyiagakan penjangkauan layanan Posyandu dari rumah ke rumah. Langkah ini diarahkan untuk memberi perhatian khusus kepada anak-anak, ibu hamil, dan lansia yang berada di wilayah terdampak.
Baca Juga: LBH Jakarta Sebut Ini UU Ini yang Jadi Biang Kerok Masalah Karhutla Kunjung Selesai
Juru Bicara Kemenkes Widyawati sebelumnya juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan asap karhutla. Dampaknya tidak hanya berkaitan dengan gangguan pernapasan, tetapi juga dapat memicu iritasi mata dan kulit serta memperburuk penyakit kronis.
"Asap karhutla tidak hanya berdampak pada saluran pernapasan, tetapi juga menyebabkan iritasi mata dan kulit, serta memperburuk penyakit kronis," ujar Widyawati dalam siaran pers Bakom RI, Jumat (16/10/2026).
Widyawati meminta masyarakat yang mengalami gangguan atau keluhan kesehatan untuk segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Ia menegaskan bahwa perlindungan kesehatan masyarakat menjadi prioritas pemerintah dalam menghadapi dampak karhutla.
Melalui penguatan layanan di puskesmas, distribusi logistik medis, dan pemantauan langsung di daerah terdampak, Kemenkes berupaya mendukung penanganan kesehatan selama karhutla berlangsung. Perhatian tersebut mencakup warga yang terpapar asap maupun petugas pemadam yang membutuhkan pertolongan medis ketika menjalankan tugas.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: