Hubungan Prabowo-Jokowi Disebut Mulai Renggang, Terungkap Makna di Balik Isu 'Penumpang Gelap'
Kredit Foto: BPMI
Mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Lukas Luwarso, menilai hubungan antara Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Prabowo Subianto mulai merenggang.
Penilaian tersebut didasarkan pada pernyataan Jokowi mengenai adanya operasi politik di balik polemik tuduhan ijazah palsu yang menyerang dirinya dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Menurut Lukas, pernyataan tersebut justru dapat dimaknai sebagai sindiran yang mengarah kepada Prabowo.
Sebelumnya, Jokowi menyebut polemik ijazah yang menimpa dirinya dan Gibran merupakan bagian dari operasi politik.
Baca Juga: Ali Syarief Blak-blakan soal Saksi yang Yakin Ijazah Jokowi Asli: Itu Keimanan!
Dalam keterangannya, Jokowi mengklaim isu tersebut semakin membesar karena ditunggangi oleh "penumpang gelap" yang bertujuan mengalihkan perhatian publik dari berbagai persoalan nasional.
"Sekarang itu tuduhan itu ke Prabowo. Kenapa ke Prabowo? Karena ada embel-embel tuduhan Jokowi itu untuk menutupi, mengalihkan perhatian publik dari isu-isu besar," ujar Lukas dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, dikutip Selasa (20/10).
"Dengan ada tambahan kata itu, siapa yang paling pas dari tuduhan itu? Pasti Prabowo lah. Presiden Prabowo kan yang sekarang lagi ada banyak persoalan, MBG, KDRP, sekolah rakyat, kebakaran hutan, eh apa antri pembeli bensin di berbagai daerah" lanjutnya.
Lukas menilai berbagai persoalan tersebut membuat publik lebih fokus pada kinerja pemerintahan saat ini. Karena itu, menurut dia, pernyataan Jokowi dapat dimaknai sebagai sindiran di tengah hubungan politik antara Jokowi dan Prabowo yang belakangan disebut-sebut mulai merenggang.
"Jadi, banyak persoalan besar yang sekarang dihadapi Prabowo sehingga tuduhan itu ingin menyindir Prabowo ketika situasi gesekan politik perkongsian politik dua hopeng ini antara Prabowo dengan Jokowi mulai renggang, mulai panas, mulai tidak harmonis gitu. Dan Jokowi hanya bisa membuat sindiran-sindiran itu," tandasnya.
Sebelumnya, Jokowi menegaskan bahwa polemik ijazah yang menimpa dirinya dan Gibran merupakan bagian dari operasi politik.
"Kan sudah saya sampaikan sejak awal, ini ada operasi politik, kemudian ada penumpang gelap yang menunggangi lagi. Jadi menjadi ramai sekali. Tapi buat saya biasa saja," kata Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Jumat (16/10/2026).
Menurut Jokowi, polemik ijazah tersebut sengaja diorkestrasi oleh pihak tertentu untuk menurunkan reputasi politik dirinya dan Gibran, sekaligus mengalihkan perhatian dari berbagai isu besar lainnya.
"Ya bisa saja seperti itu. Bisa saja sekali lagi operasi politik untuk down grade reputasi politik seseorang. Dua-duanya bisa (Jokowi dan Gibran)," imbuh mantan Wali Kota Solo tersebut.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: