Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Dua Aktor Utama Kasus Ijazah Jokowi-Gibran Ternyata Punya Latar Belakang yang Sama

        Dua Aktor Utama Kasus Ijazah Jokowi-Gibran Ternyata Punya Latar Belakang yang Sama Kredit Foto: ChatGPT/Belinda Safitri
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Lukas Luwarso, membahas sosok aktor utama dalam polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

        Menurutnya, dua aktor utama dalam polemik tersebut, yakni Roy Suryo dan Denny Indrayana, memiliki latar belakang yang sama.

        Roy Suryo, yang saat ini menjadi terdakwa dalam perkara dugaan pencemaran nama baik terkait isu ijazah Jokowi, pernah menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) periode 2013-2014. Ia juga pernah menjadi kader Partai Demokrat pada periode 2005-2020.

        Baca Juga: Ali Syarief Blak-blakan soal Saksi yang Yakin Ijazah Jokowi Asli: Itu Keimanan!

        Sementara itu, Denny Indrayana yang pernah mengajukan gugatan terkait status Gibran ke Mahkamah Konstitusi (MK), juga memiliki rekam jejak di Partai Demokrat. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) pada periode 2011-2014.

        Menurut Lukas, kesamaan latar belakang tersebut membuat tuduhan Jokowi mengenai adanya operasi politik di balik polemik ijazah yang menyerang dirinya dan Gibran dapat dikaitkan dengan Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

        "Kebetulan kan aktor utamanya kan mantan politikus Demokrat kan. Roy Suryo mantan menteri dan anggota DPR Demokrat. Kemudian Denny Indrayana juga gitu mantan menteri dan aktivis Demokrat. Walaupun keduanya sekarang bukan lagi bagian dari Partai Demokrat, tapi dikorelasikanlah. Jadi memang agak-agak logis ya sebagai konspirasi politik," ujar Lukas dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, dikutip Selasa (20/10).

        Meski demikian, Lukas menilai asumsi tersebut tidak berkembang lebih jauh karena SBY tidak pernah memberikan tanggapan terhadap tuduhan tersebut.

        "Tetapi kan SBY juga tidak pernah merespon. Jadi itu hanya menjadi apa tuduhan yang tidak terlalu penting. Cuma yang terbaru ini kan agak otak-atik gatuknya agak matuk. SBY punya kepentingan kalau Gibran bisa di geser, digusur, AHY punya peluang jadi wapres," tandasnya.

        Sebelumnya, Jokowi menegaskan bahwa polemik ijazah yang menimpa dirinya dan Gibran merupakan bagian dari operasi politik.

        "Kan sudah saya sampaikan sejak awal, ini ada operasi politik, kemudian ada penumpang gelap yang menunggangi lagi. Jadi menjadi ramai sekali. Tapi buat saya biasa saja," kata Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Jumat (16/10/2026).

        Baca Juga: Blak-blakan! Kuasa Hukum Roy Suryo Sebut Advokat Dokter Tifa Kehilangan Kesempatan Emas Ini di Sidang

        Menurut Jokowi, polemik ijazah tersebut sengaja diorkestrasi oleh pihak tertentu untuk menurunkan reputasi politik dirinya dan Gibran, sekaligus mengalihkan perhatian dari berbagai isu besar lainnya.

        "Ya bisa saja seperti itu. Bisa saja sekali lagi operasi politik untuk down grade reputasi politik seseorang. Dua-duanya bisa (Jokowi dan Gibran)," imbuh mantan Wali Kota Solo tersebut.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: