Rupiah Dibuka Stagnan di Rp17.992/USD, Berpotensi Melemah Tertekan Sentimen Pasar
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Rabu, bergerak datar 0 poin atau 0,00 persen menjadi tetap Rp17.992 per dolar AS. Posisi ini sama seperti penutupan sebelumnya di level Rp17.992 per dolar AS.
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan mata uang Garuda bergerak fluktuatif hari ini namun ditutup melemah di rentang Rp17.990 - Rp18.040. Sedangkan perdagangan dalam minggu ini diperkirakan berada pada Rp17.850 - Rp18.200.
Pergerakan rupiah dipicu oleh beberapa sentimen dalam negeri. Realisasi investasi Indonesia sepanjang Januari hingga September 2026 mencapai Rp1.539,2 triliun atau 75,4% dari target tahun ini, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 2.194.496 orang. Sementara realisasi investasi triwulan III 2026 mencapai Rp528,7 triliun.
Realisasi investasi selama sembilan bulan pertama 2026 terdiri atas penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp777,8 triliun atau 50,5% dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp761,4 triliun atau 49,5%.
Dari sisi sektor, industri logam dasar serta barang logam yang bukan mesin dan peralatannya menjadi penyumbang terbesar PMA, dengan nilai Rp216,6 triliun atau 31,7%. Sementara itu, sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi mendominasi PMDN dengan realisasi Rp117,8 triliun atau 15,5%.
Baca Juga: IHSG Masih Dibayangi Rupiah dan MSCI, Keputusan BI Jadi Penentu Arah Pasar
Baca Juga: Tekanan Rupiah Meningkat, Ekonom BCA Sebut Bank Indonesia Berpeluang Naikkan BI-Rate
Secara kumulatif, realisasi investasi selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yang dihitung sejak triwulan IV 2024 hingga triwulan III 2026, mencapai Rp3.923,2 triliun. Investasi tersebut menyerap 5.485.944 tenaga kerja, dengan kontribusi wilayah Jawa sebesar Rp1.892,2 triliun atau 48,2% dan luar Jawa Rp2.031 triliun atau 51,8%.
Di sisi lain, pemerintah menetapkan target investasi sebesar Rp13.032,8 triliun untuk periode 2024–2029 guna mendukung sasaran pertumbuhan ekonomi 8% pada 2029. Dari total investasi kumulatif tersebut, PMDN mencapai Rp1.998,7 triliun atau 50,9%, sedangkan PMA sebesar Rp1.924,5 triliun atau 49,1%.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: