Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bahlil Optimistis PNBP ESDM Tahun ini Tembus Rp160 Triliun

        Bahlil Optimistis PNBP ESDM Tahun ini Tembus Rp160 Triliun Kredit Foto: BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, optimistis penerimaan negara bukan pajak (PNBP) di sektor ESDM tahun ini bakal melampaui target yang ditetapkan, dengan proyeksi mencapai lebih dari Rp160 triliun dari target awal sebesar Rp133 triliun.

        Hal itu ia sampaikan selepas Sidang Kabinet Paripurna yang membahas dua tahun pertama pemerintahan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

        "Pendapatan PNBP kita dari Rp133 triliun itu bisa mencapai Rp160 triliun lebih.," tegasnya.

        Bahlil menjelaskan, melampauinya target PNBP tersebut ditopang oleh kinerja ekspor komoditas tambang yang tetap kuat dan melampaui target awal devisa. 

        "Ekspor kita target devisa dari batu bara kita melebihi target kita targetnya Rp27 miliar ini akan bisa mencapai di atas US$30 miliar," tuturnya.

        Peningkatan nilai ekspor komoditas tambang yang mendorong penerimaan negara ini sejalan dengan data Kementerian ESDM melalui Ditjen Minerba untuk periode Januari–Agustus 2026. 

        Meskipun beberapa komoditas mengalami penurunan volume ekspor, nilai penjualannya tetap tumbuh tinggi:

        -Nikel: Nilai ekspor mencapai US$25,9 miliar (naik 17,2%), walau volume ekspor turun 3,8% menjadi 1.571 kiloton.

        -Batubara: Nilai ekspor mencapai US$20,8 miliar (naik 7,8%), walau volume ekspor turun 7,0% menjadi 307.051 kiloton.

        -Bauksit: Nilai ekspor melesat hingga US$3,8 miliar (naik 43,5%) dengan kenaikan volume ekspor 25,5% menjadi 4.680 kiloton.

        -Tembaga (Katode): Nilai ekspor mencapai US$2,2 miliar (naik 47,2%) dengan volume ekspor sebesar 164 kiloton (naik 3,5%).

        Baca Juga: Kinerja Menteri Paling Buruk di Dua Tahun Prabowo-Gibran Menurut Matriks Politik: Pigai, Nusron Wahid, hingga Bahlil Masuk Daftar Teratas

        Baca Juga: Bahlil Tegaskan Indonesia Negara Hukum, Golkar Serahkan Kasus Nusron ke Penegak Hukum

        Berdasarkan data periode Januari–Agustus 2026 tersebut, persebaran pelabuhan utama yang menyumbang devisa ekspor komoditas tambang meliputi Bahodopi/Morowali untuk nikel (38,1%) dan aluminium (39,8%), Banjarmasin untuk batubara (20,6%), serta Tanjung Perak untuk tembaga (67,0%).

        "Saya tadi sampaikan capaian kinerja disektor ESDM batu bara kita sekalipun produksi menurun tapi target pnbp kita melampaui target," tutup Bahlil.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: