Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pertamina Pasang Penghalang Minyak di Sekitar KMP Batumandi, Cegah Pencemaran Laut

        Pertamina Pasang Penghalang Minyak di Sekitar KMP Batumandi, Cegah Pencemaran Laut Kredit Foto: Dok. Kemenhub
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) mengerahkan tim tanggap darurat untuk membantu penanganan insiden kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi di perairan Selat Sunda. Pertamina juga memasang oil boom untuk mencegah potensi penyebaran minyak yang dapat mencemari lingkungan laut.

        Langkah tersebut dilakukan setelah KMP Batumandi mengalami kebakaran saat melakukan manuver untuk bersandar di Dermaga VI Pelabuhan Merak, Banten, pada Selasa (20/10/2026).

        PTK mengerahkan tim Marine dari Tanjung Sekong dan Tanjung Gerem untuk mendukung penanganan darurat. Tim membawa peralatan penanggulangan tumpahan minyak serta kapal tunda guna membantu pengamanan di sekitar lokasi kejadian.

        Baca Juga: Strategi Baru BI: GWM Turun, Insentif KLM Disesuaikan untuk Dorong Ekonomi

        Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah memasang oil boom, yakni penghalang terapung yang berfungsi membatasi penyebaran minyak di permukaan air. Peralatan tersebut dipasang sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kebocoran bahan bakar dari kapal.

        PTK menyiapkan 11 unit oil boom tipe permanen dengan total panjang 265 meter, empat unit sea boom, personel penanggulangan tumpahan minyak, serta satu kapal tunda beserta awaknya.

        Vice President Legal & Relations PTK, Amran Reza, menyampaikan bahwa keterlibatan perusahaan merupakan bagian dari komitmen terhadap keselamatan dan perlindungan lingkungan maritim.

        “Penanganan kondisi darurat harus dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan tetap mengutamakan aspek keselamatan serta perlindungan lingkungan,” ujar Amran dalam keterangannya.

        Ia menambahkan, kesiapan personel dan peralatan menjadi faktor penting dalam mengantisipasi risiko pencemaran laut selama proses penanganan insiden berlangsung.

        Pemasangan oil boom juga disertai pemantauan kondisi perairan di sekitar kapal. Langkah ini dilakukan untuk memastikan potensi tumpahan minyak dapat dikendalikan dan tidak menyebar ke area yang lebih luas.

        Penanganan insiden KMP Batumandi melibatkan sejumlah pihak terkait. Sementara itu, penyebab kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan otoritas berwenang.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Taufan Bara Mukti
        Editor: Taufan Bara Mukti

        Bagikan Artikel: