Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Bangkit dari Zona Merah, Ditutup Menguat 1,12% ke Level 5.387

        IHSG Bangkit dari Zona Merah, Ditutup Menguat 1,12% ke Level 5.387 Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit dari zona merah dan ditutup menguat pada perdagangan Kamis (22/10/2026). IHSG naik 1,12% atau 59,54 poin ke level 5.387,90.

        Sepanjang perdagangan, IHSG sempat melemah hingga menyentuh level terendah 5.185,52 sebelum berbalik menguat. Indeks kemudian mencapai level tertinggi 5.422,58 sebelum menutup perdagangan di zona hijau.

        Penguatan IHSG didukung oleh mayoritas saham yang bergerak positif. Sebanyak 467 saham menguat, sementara 204 saham melemah dan 123 saham lainnya ditutup stagnan.

        Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga terpantau ramai. Total volume transaksi mencapai 37,52 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp16,15 triliun. Sementara itu, frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 2,1 juta kali.

        Dalam riset hariannya, Phintraco Sekuritas menyebut IHSG berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (22/10/2026), dengan target menguji level resistance 5.400–5.490. 

        Sentimen positif dari bursa Wall Street dan kebijakan Bank Indonesia (BI) menjadi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi pergerakan indeks.

        Phintraco Sekuritas menyoroti penguatan indeks-indeks utama Wall Street pada Rabu (21/10/2026). Kenaikan tersebut didorong musim publikasi laporan keuangan kuartal III-2026 (earning season), yang menjadi perhatian investor dalam menilai kinerja dan prospek perusahaan.

        Dari dalam negeri, BI memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur pada 21 Oktober 2026. Namun, BI menaikkan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 basis poin menjadi 5,00% dan menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) perbankan untuk memperkuat likuiditas rupiah.

        Baca Juga: IHSG Bangkit 1,7% ke Level 5.419 Usai Prabowo Tantang MSCI

        Baca Juga: Bukan Soal Indeks atau Free Float, MSCI Soroti Bad Actors di Pasar Saham RI

        Baca Juga: IHSG Bangkit 1,7% ke Level 5.419 Usai Prabowo Tantang MSCI

        Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas moneter sekaligus mendukung ketersediaan likuiditas di sektor perbankan.

        Di pasar global, harga minyak mentah Brent menguat ke level US$108 per barel. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun naik kurang dari 1 basis poin ke level 5,123%.

        Harga emas spot juga ditutup menguat 0,3% ke level US$4.136 per troy ounce pada Rabu (21/10/2026).

        Pergerakan harga komoditas dan imbal hasil obligasi AS masih perlu dicermati karena dapat memengaruhi sentimen investor dan volatilitas pasar saham.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: