Kredit Foto: Istimewa
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatat lonjakan dana pihak ketiga (DPK) yang bersumber dari penempatan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) sebesar 236% secara tahunan atau year on year (yoy) hingga September 2026.
Direktur Risk Management, Danis Subyantoro mengungkapkan total dana DHE SDA yang ditempatkan di perseroan mencapai Rp84,3 triliun. Pertumbuhan tersebut turut memperkuat penghimpunan dana valuta asing (valas) dari aktivitas eksportir.
"Bagi Bank Mandiri, kebijakan ini membuka peluang pertumbuhan DPK valas, serta pendapatan dari transaksi dan pembiayaan kepada eksportir," ujar Danis dalam Paparan Kinerja Kuartal III 2026 Bank Mandiri secara virtual di Jakarta, pada Jum'at (23/10/2026).
Menurut Danis, implementasi kebijakan DHE SDA memberikan peluang bagi perseroan untuk memperkuat penghimpunan dana sekaligus memperluas layanan keuangan bagi pelaku usaha berorientasi ekspor.
"Sejalan dengan implementasi kebijakan tersebut, DPK Bank Mandiri yang bersumber dari penempatan DHE SDA hingga September 2026 sebesar Rp84,3 triliun atau tumbuh sebesar 236 persen year-on-year," jelas Danis.
Untuk menangkap peluang tersebut, Bank Mandiri memperkuat layanan pengelolaan penerimaan ekspor melalui platform digital Kopra.
Melalui layanan ini, eksportir dapat mengelola penerimaan ekspor dalam rekening khusus SDA. Bank Mandiri juga menyediakan fitur self-flagging untuk mengategorikan dana masuk sehingga lebih mudah dipantau dan dilaporkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain penghimpunan dana, Bank Mandiri menyediakan layanan transaksi perdagangan, transaksi valas, dan instrumen lindung nilai (hedging) untuk membantu eksportir mengelola risiko perubahan kurs.
Perseroan juga menawarkan fasilitas pembiayaan dengan agunan DHE bagi eksportir yang membutuhkan likuiditas untuk mendukung kegiatan operasional.
Dengan demikian, dana hasil ekspor yang ditempatkan di perbankan tetap dapat dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan usaha melalui fasilitas yang tersedia.
Baca Juga: Bank Mandiri Ungkap Dunia Usaha Siap Ekspansi pada 2027
Baca Juga: Bank Mandiri Bidik Cuan Emas dari 42 Juta Pengguna Livin’
Baca Juga: Laba Bank Mandiri Melonjak 20,7%, Tembus Rp45,5 Triliun per September 2026
Danis menilai pertumbuhan dana DHE SDA tidak hanya berpotensi memperkuat struktur pendanaan Bank Mandiri, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan dari aktivitas transaksi dan pembiayaan.
Ke depan, Bank Mandiri akan terus memperluas pendampingan terhadap eksportir beserta ekosistem bisnisnya agar pengelolaan DHE SDA semakin mendukung pengembangan usaha.
Perseroan juga berharap meningkatnya aktivitas transaksi eksportir dapat mendorong pertumbuhan DPK valas, pendapatan transaksi, dan pembiayaan sekaligus mendukung penguatan likuiditas valas domestik.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: