Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Politisi PSI Sebut Ada 'Iri Hati' terhadap Keluarga Jokowi, Singgung Kritik ke Gibran

        Politisi PSI Sebut Ada 'Iri Hati' terhadap Keluarga Jokowi, Singgung Kritik ke Gibran Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Dugaan adanya sentimen terhadap keluarga Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menjadi sorotan politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedy Nur Palakka. Ia menilai kritik terhadap keluarga Jokowi, khususnya Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, memperlihatkan perbedaan perlakuan dibandingkan dengan keluarga tokoh politik lainnya.

        "Memang terlihat terang-terangan ada semacam 'iri hati' dengan keluarga politik Jokowi," tulis Dedy melalui akun media sosial X pada Jumat (23/10/2026).

        Pernyataan tersebut disampaikan ketika Dedy menanggapi sebuah video yang membandingkan penerimaan publik terhadap anak-anak tokoh nasional yang terjun ke dunia politik. Dalam video itu, keterlibatan Gibran dinarasikan lebih sering dipersoalkan melalui isu politik dinasti dibandingkan dengan sejumlah figur lain.

        Dedy kemudian menyoroti nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Puan Maharani yang juga berasal dari keluarga dengan latar belakang politik. Menurut narasi video yang diresponsnya, langkah politik kedua tokoh tersebut dipandang sebagai dinamika yang lumrah, sedangkan Gibran mendapat sorotan lebih tajam.

        "Lihat saja bagaimana keluarga politik lain asik-asik saja, sementara terkait keluarga Jokowi tiba-tiba berubah menjadi pertanyaan," ujarnya.

        Bagi Dedy, perbedaan respons itu menimbulkan pertanyaan mengenai ukuran yang digunakan untuk menilai keterlibatan keluarga tokoh nasional dalam politik. Ia menilai seolah-olah ada standar kepantasan berbeda yang diterapkan terhadap keluarga Jokowi.

        "Seolah-olah kepantasan hanya milik keluarga politik mereka saja, sementara keluarga Jokowi tidak," lanjutnya.

        Baca Juga: Diisukan Pecah Kongsi, Pengaruh Jokowi pada Prabowo Disebut Masih Kuat Lewat Sumbangan 17 Menteri

        Dedy juga menyinggung penilaian terhadap kinerja Gibran dalam narasi video yang dibagikannya. Video tersebut menyebut Gibran lebih bisa diandalkan, tetapi pernyataan itu merupakan penilaian dalam narasi yang direspons Dedy dan tidak disertai perbandingan kinerja secara terperinci dalam sumber tersebut.

        Di tengah polemik politik dinasti, Dedy mengingatkan bahwa konstitusi tidak membedakan hak politik warga negara berdasarkan asal-usul keluarga. Ia berpandangan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk terlibat dalam pemerintahan dan pembangunan bangsa.

        "Padahal konstitusi bangsa ini tidak membeda-bedakan anak bangsa yang ingin terlibat dalam membangun bangsanya. Adillah sejak dalam pikiran," pungkasnya.

        Pernyataan Dedy memperlihatkan keberatannya terhadap kritik yang dinilainya tidak diterapkan secara setara kepada keluarga tokoh politik. Meski demikian, dugaan adanya rasa iri hati tersebut merupakan penilaian pribadi Dedy, bukan fakta yang telah dibuktikan secara independen.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: