Kredit Foto: Istimewa
Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) menyelenggarakan puncak Hari Ekonomi Kreatif Nasional (HEKRAFNAS) 2026 di Sampoerna Strategic Building, Jakarta, Sabtu (24/10/2026).
Mengangkat tema Rekacipta, acara ini juga menekankan kolaborasi dan kepedulian sosial. Rangkaian kegiatan diawali doa bersama serta penggalangan donasi untuk warga Kalimantan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sebagai penggagas HEKRAFNAS, GEKRAFS memanfaatkan momentum tahunan ini untuk menguatkan ekosistem ekonomi kreatif dan mengajak pelaku industri kreatif ikut menjawab tantangan bangsa. Karena peringatan tahun ini bertepatan dengan situasi bencana, aspek kepedulian terhadap korban mendapat porsi penting dalam acara.
Ketua Umum DPP GEKRAFS yang juga Anggota Komisi VI DPR RI, Kawendra Lukistian, mengatakan fokus peringatan kali ini lahir dari keprihatinan terhadap kondisi masyarakat. Menurutnya, doa bersama tidak hanya dilakukan di Jakarta, tetapi juga diminta digelar di tujuh provinsi lain dan 17 negara yang menjadi lokasi perwakilan GEKRAFS di luar negeri.
“Karena kita di tengah tantangan dan bencana, kita minta ke-17 negara serta 7 provinsi lainnya dilakukan juga doa bersama,” ujarnya. Selain doa, rangkaian kegiatan di berbagai daerah dan negara itu mencakup diplomasi gastronomi dan Nusantara Creative Walk (NCW).
Kawendra juga menyinggung komitmen Presiden Prabowo Subianto terhadap sektor ini. Ia menyebut ekonomi kreatif dua kali disebut dalam Asta Cita, hal yang menurutnya menjadi pemacu semangat GEKRAFS untuk terus memperjuangkan penguatan ekonomi kreatif nasional.
Acara puncak dibuka oleh Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi dan Ketua Dewan Penasihat DPP GEKRAFS, Sufmi Dasco Ahmad. Dalam sambutannya, Dasco meminta generasi muda tetap optimistis menghadapi dinamika ekonomi, termasuk pergerakan pasar modal.
“Jangan panik karena fundamental kita kuat,” katanya, seraya berharap gerakan ekonomi kreatif terus berjalan dan berjaya.
Ketua Dewan Pembina DPP GEKRAFS, Sandiaga Salahuddin Uno, turut menyampaikan sambutan sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan gerakan dan kolaborasi lintas elemen di industri kreatif.
Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto, yang juga hadir, menekankan pentingnya penguasaan sains dan teknologi sebagai fondasi transformasi Indonesia menuju negara berpendapatan tinggi. Ia menyebut capaian itu membutuhkan mesin ekonomi yang kompleks, dengan penguasaan sains dan teknologi sebagai syarat pertama.
Puncak peringatan ini diwarnai sejumlah agenda strategis. GEKRAFS meneken nota kesepahaman (MoU) dengan Polri, KJRI Pakistan, dan Kementerian Hukum RI. Selain itu, digelar peluncuran Krafa Krafi dan EKRAF Awards, serta penyerahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk 131 hari Roadshow Ekonomi Kreatif.
Sejumlah pejabat pemerintah hadir, yakni Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan M. Maulana Bungaran, serta Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif Riza Sabana.
Baca Juga: Roadshow Jateng, GEKRAFS Lantik DPC Salatiga, Kabupaten Semarang, Purbalingga dan Banyumas
Perwakilan DPW GEKRAFS dari berbagai provinsi, DPLN, GEKRAFS Kampus, dan GEKRAFS School juga hadir. Penyelenggaraan didukung BRI sebagai mitra strategis, bersama Bank Mandiri, Sucofindo, PGN Saka, NT Corp, dan mitra lainnya.
Menurut penyelenggara, penguatan sumber daya manusia, penguasaan teknologi, dan inovasi menjadi kunci daya saing ekonomi kreatif, agar pelaku usaha mampu menciptakan nilai tambah, memperluas pasar, dan menghasilkan produk serta jasa yang kompetitif.
Lewat HEKRAFNAS 2026, GEKRAFS berharap semangat Rekacipta terus mendorong inovasi, memperkuat UMKM, dan menumbuhkan gotong royong yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: