Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pengurus Baru Gekrafs Sulteng Resmi Dilantik, Kini Berdiri di Seluruh Kabupaten dan Kota

Pengurus Baru Gekrafs Sulteng Resmi Dilantik, Kini Berdiri di Seluruh Kabupaten dan Kota Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) resmi memperluas jangkauan organisasinya di Sulawesi Tengah. Pelantikan pengurus baru Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gekrafs Sulawesi Tengah periode 2026–2029 yang dibarengi dengan pelantikan 11 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) menjadi penanda bahwa organisasi tersebut kini telah memiliki kepengurusan di seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut.

Pelantikan yang digelar pada Selasa (28/7/2026) itu dipimpin oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gekrafs dan sekaligus menjadi momentum estafet kepemimpinan DPW Gekrafs Sulawesi Tengah dari Denny Syah Putra kepada Hasan Abdul Kadir.

Baca Juga: Chandra Asri Group Raup Pendapatan US$5,3 Miliar, Diversifikasi Bisnis Redam Tekanan Petrokimia

Selain DPW, Gekrafs juga melantik kepengurusan Gekrafs Kampus Sulawesi Tengah sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di kalangan generasi muda.

Sebanyak 11 DPC yang dilantik berasal dari Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala, Parigi Moutong, Tojo Una-Una, Banggai, Banggai Kepulauan, Banggai Laut, Morowali, Morowali Utara, dan Buol.

Dengan pelantikan tersebut, kepengurusan Gekrafs kini telah lengkap di seluruh 13 wilayah administrasi Sulawesi Tengah, yakni 12 kabupaten dan satu kota. Sebelumnya, DPC Kabupaten Poso dan Kabupaten Tolitoli telah lebih dahulu terbentuk sehingga struktur organisasi kini menjangkau seluruh daerah di provinsi tersebut.

Acara pelantikan turut dihadiri berbagai unsur pemerintah dan organisasi dunia usaha, di antaranya Wakil Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum DPP Gekrafs, Abcandra Akbar Supratman, Wakil Bupati Donggala Taufik M. Burhan, perwakilan HIPMI, Kadin, serta sejumlah kepala dinas dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah.

Ketua Umum Gekrafs, Kawendra Lukistian mengatakan Sulawesi Tengah memiliki peluang besar menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi kreatif nasional apabila potensi daerah mampu dikelola secara optimal.

Menurutnya, kepengurusan baru Gekrafs Sulawesi Tengah memiliki visi untuk mengubah ketergantungan terhadap sektor ekstraktif menjadi ekonomi yang bertumpu pada kreativitas dan kekayaan intelektual.

"DPW memiliki pemikiran yang luar biasa terhadap bagaimana mengonversikan ekonomi ekstraktif menjadi ekonomi kreatif. Kita harus bersyukur, apalagi untuk teman-teman di Sulawesi Tengah karena banyak figur yang mencetak sejarah," ujar Kawendra.

Ia juga mengungkapkan bahwa perjuangan Gekrafs dalam mendorong pembiayaan bagi pelaku ekonomi kreatif mulai membuahkan hasil.

"Alhamdulillah, mulai tahun ini, berkat perjuangan Ketua Dewan Pengarah kami, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, skema Intellectual Property Financing atau IP Financing telah dianggarkan oleh Presiden Prabowo Subianto sebesar Rp10 triliun," katanya.

Menurut Kawendra, kehadiran skema pembiayaan berbasis kekayaan intelektual menjadi tonggak penting bagi perkembangan industri kreatif nasional karena memberikan akses pendanaan yang selama ini dinantikan para pelaku usaha kreatif.

"Perpresnya sudah ada, undang-undangnya sudah ada, dan anggarannya juga sudah tersedia untuk IP Financing. Selama ini kita berjuang dan kita mengapresiasi Ketua Dewan Pengarah kita yang luar biasa memperjuangkan pendanaan ekonomi kreatif berbasis IP. Itu adalah prestasi yang sangat luar biasa," ujarnya.

Kawendra menegaskan bahwa pelantikan kepengurusan hingga tingkat daerah merupakan bagian dari strategi membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

"Perjuangan ini harus terus bersambung dari pusat hingga daerah. Sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan Indonesia Maju melalui hilirisasi, penguatan industri nasional, penciptaan lapangan kerja berkualitas, serta kemandirian ekonomi," tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPW Gekrafs Sulawesi Tengah Hasan Abdul Kadir menyebut kepengurusan baru akan menjadi wadah bersama bagi seluruh pelaku ekonomi kreatif di provinsi tersebut.

"Dengan hadirnya Gekrafs Sulawesi Tengah kita harapkan ini akan menjadi rumah besar bagi seluruh pelaku ekonomi kreatif Sulteng untuk bertumbuh, berinovasi, dan naik kelas," katanya.

Hal senada disampaikan Abcandra Akbar Supratman. Ia menilai Sulawesi Tengah memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai pusat ekonomi kreatif apabila kekayaan alam dipadukan dengan kreativitas dan inovasi masyarakat.

"Sulawesi Tengah memiliki sumber daya alam yang melimpah. Namun ke depan, nilai tambah tidak hanya berasal dari hasil alam, melainkan juga dari kreativitas, inovasi, dan karya anak-anak muda," ujar Abcandra.

Baca Juga: Tak Perlu Konsultan Politik, Buzzer Malah Bikin Kaesang Melonjak

Dengan terbentuknya kepengurusan di seluruh kabupaten dan kota, Gekrafs berharap pengembangan ekonomi kreatif di Sulawesi Tengah dapat berlangsung lebih terstruktur. Organisasi tersebut menargetkan lahirnya lebih banyak wirausaha kreatif, peningkatan daya saing produk lokal, serta terciptanya lapangan kerja baru yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar