Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Rara Si Pawang Mengklaim Hujan Turun Berkat Doa Permintaannya, 'Sesuai Planku, Pas'

        Rara Si Pawang Mengklaim Hujan Turun Berkat Doa Permintaannya, 'Sesuai Planku, Pas' Kredit Foto: Instagram/Rara Isti Wulandari
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pawang hujan Rara Istiani mengklaim telah memanjatkan doa meminta hujan untuk sejumlah daerah pada 22–25 Oktober 2026. Ia menyebut turunnya hujan di beberapa wilayah bertepatan dengan rangkaian doa yang dilakukannya selama periode tersebut.

        Dalam keterangannya, Rara mengatakan mulai berdoa meminta hujan pada 22 Oktober 2026 dan melanjutkannya hingga 25 Oktober. Ia juga mengaku kembali memanjatkan doa pada dini hari 26 Oktober sebelum mengakhiri rangkaian doanya.

        "(Ada) video pas tanggal 22/10/2026, (aku) meminta berkah Tuhan hujan buat beberapa kota di tanggal 22-25/10/2026 seharian aku fokus doa minta hujan di musim kemarau. Beruntung (dan) direstui semesta terkabul hujan, (ini) seusai plan kerjaku, pas. 

        Tanggal 26/ Oktober 2026 aku di Subuh hari aku minta hujan buat kota yang membutuhkan kemudian aku stop tutup doa. Selamat ya musim hujan akhirnya bisa muncul," kata Rara di media sosialnya, Senin (26/10).

        Rara menyebut hujan turun di sejumlah lokasi, termasuk Depok, Cibinong, Yogyakarta, dan Bali. Ia mengaitkan kejadian tersebut dengan doa yang dipanjatkannya, meski klaim hubungan sebab-akibat tersebut tidak disertai bukti ilmiah.

        Ia juga menyinggung prediksi musim hujan yang menurutnya semula diperkirakan datang lebih lambat akibat pengaruh El Niño hingga awal 2027.

        Rara mengungkapkan bahwa ritual doa meminta hujan yang dilakukannya membutuhkan konsentrasi, persiapan, dan ketahanan fisik. Ia menyebut praktik tersebut melibatkan unsur doa lintas agama, budaya, adat, serta spiritualitas.

        Ia juga menggambarkan ritualnya dengan analogi pendingin ruangan yang dinyalakan melalui kendali jarak jauh, sebagai bentuk keyakinannya bahwa doa yang dipanjatkan dapat diikuti turunnya hujan.

        Rara mengatakan dirinya menerima tanggapan masyarakat atas klaim tersebut, baik berupa pujian maupun kritik. Ia menyatakan akan mensyukuri apresiasi yang diberikan dan mengabaikan perundungan.

        Singgung Doa Bersama untuk Palembang

        Selain sejumlah daerah yang disebutnya mengalami hujan, Rara juga menyinggung Palembang. Ia mengaku mendapat pesan dari sejumlah relawan dan pengusaha kelapa sawit pada 23–25 Oktober hingga dini hari 26 Oktober untuk membantu melalui doa bersama dari jarak jauh.

        Rara menyatakan masih bersedia melanjutkan doa bersama bagi daerah yang membutuhkan hujan. Namun, ia juga mengatakan masyarakat dapat memanjatkan doa secara mandiri.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: