Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        KPPG Bogor 'Full Berbenah': Usai Sanksi Tegas Oknum, Kini Sukses Ciptakan 100.000 Lapangan Kerja

        KPPG Bogor 'Full Berbenah': Usai Sanksi Tegas Oknum, Kini Sukses Ciptakan 100.000 Lapangan Kerja Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor tengah melakukan pembenahan internal secara menyeluruh guna memastikan kelancaran program strategis dari Makan Bergizi Gratis (MBG). Usai diterpa isu miring, pihaknya kini sukses menciptakan kurang lebih 100.000 lapangan kerja baru bagi masyarakat desa.

        Perwakilan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Bogor, Haidir menjelaskan bahwa seratus ribu lapangan kerja baru tersebut lahir dari operasionalisasi dari MBG. Tenaga kerja masif ini diserap dan didistribusikan ke dalam unit-unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Depok dan Purwakarta.

        Baca Juga: Tolak Campuri Urusan Jokowi dan Keluarganya, PDIP: Kami Tak Suka Berurusan dengan Barang Bekas

        "Alhamdulillah hampir menyentuh 100 ribu lapangan kerja baru tercipta dengan keberadaan dapur yang tersebar," kata Haidir dikutip Selasa (26/10/2026).

        Haidir memaparkan bahwa para pekerja direkrut langsung dari kalangan masyarakat yang berdomisili di sekitar lokasi fasilitas SPPG.

        Meskipun program ini membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah yang sangat besar, pihaknya tetap memberlakukan proses rekrutmen dan seleksi yang ketat untuk memastikan standar higienitas dan kompetensi terpenuhi dengan baik.

        "Kita terapkan standar khusus bagi para pekerja SPPG. Namun kita tetap utamakan pekerja dari asal dapur berada agar penyerapan tenaga kerja maksimal," jelas Haidir.

        Haidir meyakini bahwa terbukanya ratusan ribu lapangan kerja ini akan menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang sangat kuat bagi fundamental perekonomian di tingkat akar rumput.

        "Tentu dengan perputaran uang yang ada di desa atau kelurahan, maka akan meningkatkan daya beli masyarakat di daerah tersebut," tuturnya.

        Torehan prestasi dalam pemberdayaan ekonomi ini tidak lepas dari upaya bersih-bersih dan ketegasan manajemen di Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi dan Badan Gizi Nasional (BGN).

        Sebelumnya, institusi ini sempat diguncang oleh insiden perkelahian yang memalukan. Namun, mereka  merespons cepat dengan menonaktifkan dua pelaku kekerasan yang terbukti melakukan kesalahan berat di Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Bogor.

        Dua oknum yang dijatuhi sanksi tegas tersebut adalah Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwakarta Plered dan Koordinator Wilayah (Korwil) Purwakarta. Keduanya langsung dicopot dari jabatannya agar proses pemeriksaan kepegawaian dapat berjalan tanpa hambatan.

        Juru Bicara Badan Gizi Nasional, Tysa Novenny memberikan konfirmasi terkait pembenahan integritas tersebut.

        "Saat ini keduanya juga sudah dinonaktifkan dari jabatan mereka, baik sebagai kepala ataupun juga sebagai korwil," kata Tysa.

        Tysa menegaskan bahwa investigasi mendalam terhadap keduanya tersebut telah dilakukan secara transparan untuk mendalami motif peristiwa perkelahian yang mencoreng nama baik institusi. Langkah tegas ini diambil agar seluruh jajaran KPPG dapat kembali fokus pada tugas utamanya melayani gizi masyarakat.

        Baca Juga: Rezim Prabowo Geger, Terendus Konspirasi Level Tinggi Tokoh Antipemerintah dan Dubes Singapura

        "Nah, setelah melalui hasil pemeriksaan yang dilakukan pada hari ini, keduanya mengakui ada kesalahan yang mereka lakukan," ujar Tysa.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: