Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Jokowi Disebut akan Melobi Ketum Partai agar Gibran Tak Dimakzulkan

        Jokowi Disebut akan Melobi Ketum Partai agar Gibran Tak Dimakzulkan Kredit Foto: ChatGPT/Belinda Safitri
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Nasib politik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi sorotan setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait ijazah SMA yang terus dipersoalkan.

        Pengamat politik Jamiluddin Ritonga menduga Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) akan berupaya menyelamatkan karier politik putra sulungnya, termasuk dengan melobi sejumlah ketua umum partai agar wacana pemakzulan tidak berlanjut.

        Jamiluddin awalnya menilai, polemik tersebut telah mempengaruhi sikap politik Jokowi, terutama terkait dukungan terhadap Prabowo Subianto dan wacana Gibran melanjutkan masa jabatan sebagai wakil presiden selama dua periode. 

        Baca Juga: Guru Besar Sebut Prabowo yang Dulu Minta Gibran: Apa Sekarang Mau Wakilnya Diganti?

        “Perubahan sikap itu wajar. Posisi Gibran secara politis berada di ujung tanduk, seusai putusan MK,” katanya kepada wartawan, dikutip Selasa (27/10/2026).

        Ia mengatakan, putusan tersebut memicu kemarahan sebagian publik yang merasa telah dibohongi oleh Gibran ketika maju sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2024. Jamiluddin menyebut persepsi negatif itu berpotensi memperburuk citra politik Gibran di mata masyarakat.

        “Publik menilai Gibran sudah menghalalkan segala cara, supaya bisa menjadi wakil presiden,” ujarnya.

        Menurut Jamiluddin, persoalan tersebut bukan sekadar menyangkut polemik dokumen pendidikan, tetapi juga berkaitan dengan reputasi dan kredibilitas Gibran. Ia menilai kedua aspek itu merupakan modal penting bagi seorang tokoh politik yang ingin kembali bertarung dalam kontestasi Pilpres 2029.

        Baca Juga: Terungkap Sikap Prabowo soal Luhut Usul Redefinisi Korupsi: Presiden Menegaskan Bahwa...

        Munculnya polemik ijazah SMA Gibran setelah putusan MK, lanjutnya, diduga membuat Jokowi mengambil sikap lebih realistis dalam membaca situasi politik. Jamiluddin memperkirakan Jokowi kini akan berfokus menjaga agar putranya tidak menghadapi pemakzulan sekaligus mempertahankan peluang karier politiknya ke depan.

        Untuk itu, Jamiluddin menduga Jokowi akan memanfaatkan sisa pengaruh politiknya dengan mendekati sejumlah ketua umum partai. Prabowo Subianto juga disebut menjadi salah satu pihak yang berpotensi dilobi. 

        “Jokowi akan melobi para ketua umum partai, termasuk Pak Prabowo, supaya Gibran tidak dimakzulkan,” ungkapnya.

        Meski demikian, penilaian mengenai langkah Jokowi tersebut masih berupa dugaan Jamiluddin. Sementara itu, wacana pemakzulan Gibran tetap harus dibedakan dari proses konstitusional pemberhentian wakil presiden yang memiliki persyaratan dan tahapan tersendiri.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: