Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Dibuka Melemah, Terkoreksi 0,28% ke Level 5.357

        IHSG Dibuka Melemah, Terkoreksi 0,28% ke Level 5.357 Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Selasa (27/10/2026) di zona merah. IHSG dibuka di level 5.357,97, turun 15,12 poin atau 0,28% dibandingkan penutupan sebelumnya.

        Pada awal perdagangan, volume transaksi tercatat mencapai 4,94 juta lot dengan nilai transaksi sebesar Rp168,18 miliar. Angka tersebut masih berpotensi berubah seiring berlanjutnya aktivitas perdagangan sepanjang hari.

        IHSG Masih Akan Menghadapi Tekanan Asing

        IHSG masih menghadapi tekanan di tengah derasnya arus dana asing yang keluar dari pasar saham Indonesia. Meski demikian, peluang pemulihan indeks tetap terbuka, seiring munculnya sinyal teknikal positif dan sejumlah katalis yang akan menjadi perhatian investor pekan ini.

        Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, mencatat aksi jual bersih (net foreign sell) investor asing di pasar saham domestik mencapai Rp2,03 triliun. Secara kumulatif sepanjang tahun berjalan (year to date/YTD), aksi jual bersih tersebut telah mencapai Rp122,20 triliun.

        Di tengah tekanan tersebut, kinerja IHSG secara YTD tercatat minus 37,86%.

        "Meski kondisi pasar masih menantang, peluang pemulihan indeks secara teknikal dinilai masih terbuka. IHSG disebut tengah membentuk pola pembalikan arah atau rebound yang berkelanjutan, meskipun masih berpotensi mengalami koreksi," kata Nafan dalam risetnya, Selasa (27/10/2026).

        Secara teknikal, IHSG sedang membentuk pembalikan arah dari pola wave 5/(C)/Y. Namun, peluang pemulihan tersebut perlu dicermati karena sejumlah indikator belum memberikan sinyal yang sepenuhnya positif.

        Indikator Stochastic K_D menunjukkan arah positif. Sebaliknya, indikator Relative Strength Index (RSI) masih berada di area negatif, sementara volume transaksi mengalami penurunan.

        Kondisi ini menunjukkan peluang penguatan masih terbuka, tetapi investor perlu mewaspadai tekanan jual dan aktivitas perdagangan yang belum cukup kuat.

        Nafan menetapkan area support IHSG di level 5.246 dan 5.111. Sementara itu, level resistance berada di 5.455 dan 5.597.

        Area support menjadi level penting untuk mengukur kemampuan indeks menahan tekanan jual. Adapun resistance merupakan level yang perlu ditembus agar penguatan IHSG berpeluang berlanjut.

        Baca Juga: IHSG Berpeluang Rebound, Cermati Level 5.455 dan 5.597

        Baca Juga: Saham BCA Jadi Pemberat IHSG, Sahamnya Sudah Anjlok Hampir 39% Tahun Ini

        Menghadapi kondisi pasar yang masih bergejolak, Nafan menyarankan investor untuk lebih selektif dalam menentukan saham pilihan. Ia merekomendasikan akumulasi saham dengan fundamental kuat, kondisi keuangan sehat, prospek pertumbuhan yang jelas, dan likuiditas perdagangan yang memadai.

        Dalam rekomendasinya, Nafan menekankan pentingnya memperhatikan kualitas perusahaan sekaligus menjaga risiko investasi.

        “Akumulasi pada saham-saham pilihan yang memiliki fundamental solid, neraca keuangan yang sehat, prospek pertumbuhan yang jelas, serta likuiditas perdagangan yang kuat. Selain itu, terapkan manajemen risiko secara disiplin,” ujar Nafan.

        Strategi tersebut dinilai relevan di tengah tingginya aksi jual asing dan belum meratanya sinyal pemulihan pasar saham domestik.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: