Bantu Indonesia Padamkan Karhutla, Malaysia Tawarkan Pesawat Amfibi dan Helikopter
Kredit Foto: Istimewa
Pemerintah Malaysia menawarkan bantuan berupa pesawat amfibi, helikopter, dan puluhan personel untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Tawaran tersebut tengah dibahas oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pemerintah Malaysia.
Pembahasan berlangsung dalam pertemuan Kepala BNPB Letjen Kristomei Sianturi dengan Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Muzafar Shah Mustafa di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (27/10).
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan Malaysia menawarkan satu pesawat amfibi CL-415MP, satu helikopter Mi-171, serta 44 personel yang terdiri atas awak dan teknisi.
"Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya kedua negara untuk menjajaki bantuan yang dapat menunjang operasi penanganan karhutla di Indonesia," kata Berton dalam keterangannya, Selasa.
Saat ini, penanganan karhutla dilakukan melalui sejumlah langkah, mulai dari pemadaman darat, penyiraman air dari udara menggunakan helikopter water bombing, hingga operasi modifikasi cuaca yang dikoordinasikan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
BNPB mencatat, hingga 25 Oktober, sebanyak 71.878 personel darat telah dikerahkan untuk menangani kebakaran. Operasi tersebut juga didukung 63 armada udara, yang terdiri atas 39 helikopter water bombing serta 24 pesawat untuk patroli dan operasi modifikasi cuaca.
Baca Juga: BRIN Kembangkan Prediksi Karhutla hingga Enam Bulan dan Deteksi Titik Api via Satelit
Selain bantuan armada dan personel, Indonesia dan Malaysia turut menjajaki kerja sama pengembangan teknologi penanggulangan karhutla. Kerja sama tersebut mencakup pemantauan dan deteksi dini, pengumpulan serta analisis data, penilaian kondisi wilayah terdampak, hingga penyusunan strategi pemadaman.
Kedua negara juga membahas peluang kolaborasi dalam riset, inovasi, koordinasi teknis, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Menurut Berton, pemanfaatan teknologi dan penguatan kerja sama diharapkan dapat membantu proses pengambilan keputusan sekaligus meningkatkan efektivitas operasi penanganan kebakaran.
Sebagai tindak lanjut, BNPB akan melakukan koordinasi teknis dengan Agensi Pengurusan Bencana Negara (NADMA) Malaysia melalui fasilitasi Kementerian Luar Negeri. Pembahasan meliputi kesesuaian jenis bantuan, kesiapan pengerahan personel dan armada, kebutuhan logistik, serta prosedur keselamatan penerbangan.
Koordinasi juga akan mencakup alternatif dukungan apabila asap tebal dan jarak pandang rendah menghambat operasi pemadaman melalui udara.
BNPB menyatakan seluruh bantuan internasional akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan dan ketentuan yang berlaku. Kendali operasi penanganan karhutla tetap berada di tangan Pemerintah Indonesia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: https://wartaekonomi.co.id/author/taufanbaraa
Editor: