Kredit Foto: PHK
BMW merancang strategi pemangkasan sekitar 8.000 tenaga kerja secara global yang akan dieksekusi secara bertahap hingga akhir tahun 2027. Langkah efisiensi drastis ini diambil di tengah menguatnya tekanan bisnis operasional dan anjloknya angka penjualan di China.
Dikutip pada Rabu (28/10/2026), untuk memitigasi dampak dari pemutusan hubungan kerja (PHK) massal tersebut, perusahaan dilaporkan menawarkan paket kompensasi pesangon yang sangat bernilai, menyentuh angka maksimal 650.000 euro atau setara dengan Rp13,1 miliar.
Baca Juga: Menterinya Prabowo Didesak Ikut Usut Polemik Ijazah Gibran: Jangan Segan dan Bilang Tak Etis
BMW dengan hal tersebut mencetak rekor dan melampaui standar kompensasi dari para pesaing utamanya dalam industri otomotif dari Eropa. Diketahui, Volkswagen (VW) tercatat pernah menawarkan pesangon maksimal sebesar 405.000 euro kepada karyawannya pada 2024. Sementara Mercedes-Benz mematok batas kompensasi di kisaran 500.000 euro.
Namun perusahaan menegaskan bahwa pencairan nominal maksimal tersebut tetap bergantung pada ketentuan spesifik, masa bakti, dan kondisi masing-masing pekerja.
BMW sendiri memberikan fleksibilitas penuh bagi karyawannya dalam metode pencairan dana kompensasi. Para pekerja terdampak diberikan kebebasan untuk memilih skema pembayaran sekaligus (lump sum), memperoleh pencairan dana secara bertahap, mengalihkan sebagian dana ke dalam program pensiun atau asuransi langsung, maupun melakukan penggabungan dari beberapa metode tersebut.
Khusus bagi karyawan yang telah menginjak usia 55 tahun ke atas, perusahaan memberikan manfaat tambahan berupa retensi fasilitas diskon karyawan untuk pembelian mobil BMW, baik unit baru maupun bekas.
Tawaran pesangon dalam jumlah raksasa ini memicu kepanikan positif di internal perusahaan. Tercatat sekitar 40.000 karyawan secara serentak mengakses portal sumber daya manusia (HR) internal untuk memeriksa simulasi besaran pesangon yang berpotensi mereka kantongi.
Lonjakan lalu lintas digital secara bersamaan ini mengakibatkan sistem jaringan internal perusahaan mengalami gangguan parah. Kondisi tersebut memaksa manajemen untuk segera melakukan perbaikan sistem pada hari berikutnya dan menangguhkan sementara penerimaan pengajuan permohonan baru agar tumpukan data yang sudah masuk dapat diproses terlebih dahulu.
Di balik penawaran pesangon yang menggiurkan tersebut, perusahaan tengah menjalankan strategi efisiensi fundamental untuk merampingkan beban tenaga kerja dalam jangka panjang. Manajemen memproyeksikan bahwa pemangkasan 8.000 posisi ini akan menghasilkan penghematan kas hingga 1 miliar euro per tahun mulai 2028.
Baca Juga: Pengusaha Singapura: Terima Kasih Prabowo, Dunia Jadi Sadar Harus Waspada Berbisnis dengan Indonesia
Strategi bertahan ini terpaksa ditarik setelah anjloknya penjualan ritel BMW di China. Ia dilaporkan anjlok hampir 25 persen secara tahunan pada kuartal ketiga. Penurunan tajam ini menekan margin keuntungan perusahaan, lantaran angka pertumbuhan penjualan juga belum kuat di Eropa dan Amerika.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar