Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Limbah Sawit RI Capai Ratusan Juta Ton, BRIN Ungkap Potensi Listrik 3,9 GW

        Limbah Sawit RI Capai Ratusan Juta Ton, BRIN Ungkap Potensi Listrik 3,9 GW Kredit Foto: Abdul Aziz
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indonesia memiliki potensi limbah sawit dalam jumlah besar yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif. Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menyebut potensi limbah sawit dan tandan kosong sawit yang dikonversi menjadi listrik bisa mencapai sekitar 3,9 gigawatt (GW).

        Arif menjelaskan, potensi limbah cair dari pabrik kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) di Indonesia mencapai sekitar 229,9 juta meter kubik per tahun. Sementara itu, produksi tandan buah segar (TBS) sawit diperkirakan mencapai 328,43 juta ton per tahun.

        Besarnya potensi tersebut dinilai membuka peluang untuk mengolah limbah sawit menjadi sumber energi alternatif.

        Selain berpotensi menghasilkan listrik, pengolahan limbah cair sawit juga penting untuk mengurangi dampak lingkungan, mengingat POME dapat menjadi sumber emisi gas metana yang berkontribusi terhadap efek rumah kaca.

        “Nah, kalau kita lihat potensi dari POME, potensi dari tandan kosong sawit ya, total itu bisa mencapai kurang lebih kalau dikonversi menjadi listrik, bisa mencapai kurang lebih sekitar 3,9 gigawatt,” kata Arif setelah bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (27/10).

        Dalam pertemuan tersebut, Arif juga menyampaikan pengenalan teknologi Metal-Organic Framework (MOF), yaitu material yang dapat menyimpan gas dalam jumlah lebih besar. Teknologi ini disebut berpotensi mendukung pengembangan biogas yang dapat dikonversi menjadi gas tabung.

        Baca Juga: Menkop: Korporasi Besar Kuasai Industri Sawit, Petani Harus Ikut Menikmati Cuan

        Arif mengaitkan peluang tersebut dengan kebutuhan mencari solusi energi di tengah besarnya impor LPG Indonesia.

        “Jadi saat ini kita mengimpor LPG kurang lebih 97 triliun per tahun, dengan adanya biogas yang bisa dikonversi menjadi gas tabung, saya kira ini akan menjadi salah satu solusi energi kita ke depan,” ujarnya.

        Meski demikian, potensi listrik 3,9 GW tersebut merupakan perkiraan hasil konversi energi dari limbah sawit, bukan kapasitas listrik yang telah terealisasi. Pengembangan teknologi pengolahan limbah dan pemanfaatan biogas masih menjadi bagian penting untuk mewujudkan potensi tersebut.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: