Menteri Agama Wacanakan ASN Ngantor Pakai Sarung dan Peci, Ini Penjelasan Kemenag
Kredit Foto: BPMI
Usulan Menteri Agama Nasaruddin Umar agar aparatur sipil negara (ASN) mengenakan peci dan sarung satu kali dalam sepekan menjadi perbincangan di media sosial. Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan bahwa gagasan tersebut bukan aturan wajib bagi para pegawai.
Juru Bicara Kemenag Thobib Al-Asyhar membenarkan bahwa Nasaruddin menyampaikan usulan itu dalam acara Festival Sarung dan Peci Santri di kantor Kemenag beberapa hari lalu. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri.
"Ide itu ditawarkan Menag saat memberi sambutan pada Festival Sarung dan Peci Santri di kantor Kemenag beberapa hari lalu yang menjadi rangkaian peringatan Hari Santri," kata Thobib, Kamis (29/10/2026).
Thobib menjelaskan, penggunaan sarung dan peci hanya berupa anjuran yang masih mempertimbangkan kondisi masing-masing pegawai. Pelaksanaannya tidak dimaksudkan menjadi kewajiban yang harus dipatuhi seluruh ASN.
"Sifatnya masih gagasan dan tidak bersifat wajib. Menag saat itu tegas mengatakan bahwa gagasan tersebut tidak dalam konteks untuk diterapkan sebagai kewajiban. Penggunaannya dapat menjadi anjuran yang tetap mempertimbangkan kondisi, kenyamanan, dan kebutuhan pegawai dalam menjalankan aktivitas sehari-hari," kata dia.
Menurut Thobib, sarung dan peci memiliki nilai lebih dari sekadar pakaian tradisional. Keduanya dinilai menyimpan sejarah, filosofi, dan nilai sosial yang turut membentuk identitas kebangsaan Indonesia.
"Sarung dan peci bukan hanya pakaian tradisional yang melekat pada kehidupan masyarakat Indonesia. Keduanya memiliki perjalanan sejarah, filosofi, dan nilai sosial yang turut membentuk identitas kebangsaan. Sarung juga banyak diproduksi UMKM," katanya.
Baca Juga: Menag Nasaruddin Umar Usulkan ASN Kemenag Pakai Sarung dan Peci Seminggu Sekali
Ia juga menyebut gagasan tersebut bukan hal baru dalam pemerintahan. Thobib mengingatkan bahwa Presiden ke-7 RI Joko Widodo pernah menyampaikan usulan serupa pada 2019 dan mendapat respons positif dari Menteri Agama saat itu, Lukman Hakim Saifuddin.
"Sebenarnya gagasan sejenis bahkan pernah dilontarkan Presiden (2014-2024) Joko Widodo pada 2019 dan saat itu juga direspons secara positif oleh Menteri Agama kala itu, Pak Lukman Hakim Saifuddin. Jadi sebenarnya gagasan yang sudah pernah ada sebelumnya," imbuhnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: