Kredit Foto: BPMI
Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto ternyata berbeda jika dilihat berdasarkan jenjang pendidikan.
Survei nasional Parameter Politik Indonesia (PPI) menunjukkan kelompok responden yang tidak tamat sekolah dasar (SD) atau tidak pernah mengenyam pendidikan formal memiliki tingkat kepuasan mencapai 79,3 persen.
Temuan tersebut menjadi salah satu sorotan dalam survei bertajuk Evaluasi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran yang dirilis pada Oktober 2026. Hasilnya memperlihatkan bahwa tingkat kepuasan tertinggi berasal dari kelompok responden dengan latar belakang pendidikan paling rendah.
Baca Juga: Kasus Ijazah: Prabowo Disebut Ragu-ragu dan Gibran Juga Tak Bisa Disalahkan
Secara keseluruhan, survei PPI mencatat tingkat kepuasan terhadap kinerja Prabowo mencapai 65,2 persen. Angka tersebut merupakan gabungan dari 62,3 persen responden yang menyatakan puas dan 2,9 persen yang mengaku sangat puas.
Jika ditelusuri berdasarkan tingkat pendidikan, responden yang tidak tamat SD atau tidak pernah mengenyam pendidikan formal mencatat kepuasan sebesar 79,3 persen. Sementara itu, pada kelompok lulusan SD, tingkat kepuasan mencapai 74,9 persen, sedangkan 14,8 persen menyatakan tidak puas.
Pada kelompok responden lulusan SMP, persentase yang menyatakan puas terhadap kinerja Prabowo tercatat sebesar 64,3 persen. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan kelompok lulusan SMA/SMK yang mencatat tingkat kepuasan sebesar 62,4 persen.
Baca Juga: Polemik Ijazah Ternyata Sengaja Diciptakan oleh Jokowi? Ini Kata Eks Kader PSI
Perbedaan yang lebih mencolok terlihat pada kelompok lulusan perguruan tinggi. Di kelompok ini, hanya 43,2 persen responden yang menyatakan puas terhadap kinerja Prabowo, sementara 50,4 persen lainnya menyatakan tidak puas.
Data tersebut memperlihatkan perbedaan pola penilaian terhadap kinerja presiden berdasarkan latar belakang pendidikan. Kelompok dengan pendidikan lebih rendah mencatat persentase kepuasan lebih tinggi, sedangkan pada kelompok lulusan perguruan tinggi, persentase responden yang tidak puas justru melampaui mereka yang puas.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: