Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
PT PLN Indonesia Power (PLN IP) memperkuat keandalan operasional dan penguatan budaya keselamatan kerja pada Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang–Darajat di bawah kelolaan Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Kamojang. Penguatan tata kelola operasional dan mitigasi risiko ini menjadi fondasi utama subholding dalam menjaga efisiensi serta keberlanjutan pasokan listrik energi bersih nasional.
Atas konsistensi dalam pengelolaan risiko dan perlindungan aset pembangkitan geothermal tersebut, PLN IP memboyong Penghargaan Energi Subroto 2026 untuk kategori Kinerja Keselamatan Ketenagalistrikan Terbaik (Best Electricity Safety Performance) di Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta menegaskan, penerapannya berfokus pada penguatan budaya keselamatan, kedisiplinan prosedur, serta evaluasi kinerja berkelanjutan guna meminimalkan potensi risiko operasional.
“Penghargaan ini menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi seluruh insan PLN Indonesia Power untuk terus menjaga dan meningkatkan standar keselamatan dalam setiap kegiatan operasional. Kami meyakini bahwa keselamatan, keunggulan operasional, inovasi, dan keberlanjutan merupakan fondasi strategis dalam menjaga keandalan pembangkit serta mendukung ketahanan dan percepatan transisi energi nasional,” ujar Bernadus.
Penerapan standar keselamatan ketenagalistrikan yang terintegrasi pada PLTP Kamojang–Darajat dirancang untuk melindungi personel dan aset, sekaligus menjamin kontribusi pasokan energi hijau yang stabil dalam mendukung agenda transisi energi.
Baca Juga: Jaga Aktivitas Ekonomi, PLN Petakan Titik Rawan Gangguan Listrik
Baca Juga: Co-firing Hidrogen Berpotensi Pangkas BBM Fosil 17%, Ini Langkah PLN IP
Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menyampaikan bahwa pembangunan sektor energi nasional memerlukan penguatan aspek ketahanan, keberlanjutan, dan keadilan sosial.
“Penghargaan Energi Subroto bukan hanya penghargaan bagi para penerima malam ini, tetapi juga bentuk penghormatan kepada seluruh insan energi dan sumber daya mineral yang telah memberikan pengabdian terbaiknya bagi bangsa dan negara, termasuk dalam mendorong ketahanan dan kemandirian energi,” terang Yuliot.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra