Banyak Tahun Tak Sesuai, Video Biografi Jokowi Tahun 2019 Dinilai Bisa jadi Petunjuk
Kredit Foto: Istimewa
Peneliti dokumen Luke Susilo menyoroti kronologi dalam video animasi “Cerita Hidup Jokowi” yang diunggah di kanal YouTube Joko Widodo pada 12 April 2019.
Ia menilai sejumlah bagian dalam video tersebut tidak selaras dengan dokumen yang dirujuknya, terutama terkait kelulusan kuliah, pernikahan, masa tinggal di Aceh, dan kelahiran Gibran Rakabuming Raka.
Pandangan itu disampaikan Luke saat berbincang dengan Refly Harun dalam podcast REFLY HARUN PODCAST yang tayang pada 27 Oktober 2026.
Ia juga menilai proses produksi video yang diunggah lima hari sebelum Pemilihan Presiden 17 April 2019 itu dipersiapkan secara serius. Hal itu terlihat dari kualitas animasi, teks berbahasa Indonesia, takarir bahasa Inggris, dan pengisi suara yang menurutnya mirip dengan Jokowi.
Salah satu bagian yang dipersoalkan Luke adalah narasi dalam video yang menyebut Jokowi lulus kuliah pada 1985, kemudian melamar pekerjaan di sebuah perusahaan kertas di Aceh.
Narasi itu juga menyebut masa awal pernikahan berlangsung di hutan rimba selama dua setengah tahun. Pada tahun kedua, Iriana disebut telah hamil dan pasangan tersebut memutuskan melahirkan anak pertama mereka di Solo pada 1987.
Luke membandingkan narasi tersebut dengan dokumen yang ia rujuk. Dokumen itu mencantumkan tanggal kelulusan 5 November 1985, tanggal pernikahan 24 Desember 1986 pada fotokopi buku nikah, serta tanggal kelahiran Gibran pada 1 Oktober 1987 dalam surat keterangan lahir.
Berdasarkan perbandingan tersebut, Luke mempertanyakan narasi mengenai masa dua setengah tahun di Aceh. Ia berpendapat kronologi dalam video perlu diuji terhadap tanggal-tanggal yang tercantum dalam dokumen tersebut.
Selain kronologi kehidupan, Luke menyoroti penyebutan sejumlah band yang disebut disukai Jokowi saat kuliah, termasuk Guns N’ Roses. Ia mempertanyakan kecocokan informasi tersebut dengan perkembangan band pada periode yang dimaksud. Luke mengakui tidak mengetahui lagu yang dirujuk dalam video dan menduga lagu tersebut adalah “Welcome to the Jungle”.
Baca Juga: Roy Suryo Tunjukkan Dokumen Pendidikan Wapres Gibran yang Seharusnya
Dalam diskusi tersebut, Refly Harun menekankan bahwa video itu memiliki jangkauan penonton yang besar dan dibuat dalam konteks kampanye presiden. Ia menilai perbedaan kronologi yang dibahas perlu mendapatkan penjelasan.
Refly juga mengusulkan pembentukan tim independen pencari fakta untuk mengkaji persoalan tersebut. Diskusi itu berfokus pada analisis Luke terhadap isi video dan dokumen yang ia rujuk. Penilaian atas ketidakcocokan tersebut masih memerlukan pemeriksaan terhadap dokumen terkait dan klarifikasi dari pihak-pihak yang berkepentingan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: