Fokus Sektor Pembiayaan Alat Berat, SANY Indonesia Finance Bidik Pembiayaan Rp1,5 Triliun pada 2027
Kredit Foto: Istimewa
PT SANY Indonesia Finance (SIF) memperoleh izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk beroperasi sebagai perusahaan pembiayaan di Indonesia. Perusahaan menargetkan penyaluran pembiayaan atau net booking sebesar Rp1,5 triliun pada 2027, dengan fokus pada produk alat berat dan mesin konstruksi SANY.
Izin tersebut diterbitkan melalui Keputusan OJK Nomor KEP-56/D.06/2026 tertanggal 14 September 2026. Dengan izin ini, SIF menyatakan akan menjalankan kegiatan usaha sesuai ketentuan regulator, termasuk menerapkan tata kelola perusahaan dan pengelolaan risiko.
CEO PT SANY Indonesia Finance Bryan Kasenda mengatakan, kepatuhan terhadap regulasi menjadi dasar untuk membangun kepercayaan pelanggan dan mitra bisnis. Ia juga menyebut izin tersebut sebagai bagian dari upaya SANY Group memperkuat bisnis dan investasinya di Indonesia.
SIF akan menyediakan pembiayaan untuk mendukung kebutuhan pelanggan, terutama dalam pembelian alat berat dan mesin konstruksi. Kehadiran perusahaan ini diharapkan melengkapi ekosistem bisnis SANY di Indonesia melalui dukungan pendanaan bagi pelanggan.
President Commissioner PT SANY Indonesia Sanjay Ramchand mengatakan, pembentukan perusahaan pembiayaan tersebut didorong oleh kebutuhan untuk mengintegrasikan bisnis alat berat dengan layanan pendanaan. Dengan demikian, pelanggan diharapkan dapat memperoleh dukungan produk dan pembiayaan untuk mengembangkan usaha.
Bryan mengatakan, keterhubungan dengan bisnis SANY Group menjadi salah satu keunggulan SIF. Hal tersebut dinilai dapat membantu perusahaan memahami produk yang dibiayai sekaligus membuka peluang penawaran produk dari perusahaan afiliasi kepada pelanggan.
Perusahaan juga membuka peluang pembiayaan bagi kontraktor kecil dan menengah. Namun, calon nasabah tetap harus memenuhi kriteria kelayakan dan batas toleransi risiko yang ditetapkan perusahaan.
SIF turut mencermati kondisi industri alat berat yang dipengaruhi dinamika geopolitik, situasi ekonomi, dan kebijakan pemerintah. Menurut Bryan, kondisi industri tersebut berkaitan erat dengan kinerja perusahaan pembiayaan di sektor alat berat.
Karena itu, perusahaan berupaya menyeimbangkan pertumbuhan penyaluran pembiayaan dengan pengelolaan risiko dan kualitas pembayaran nasabah.
SIF menargetkan net booking Rp1,5 triliun pada 2027. Seluruh target tersebut direncanakan berasal dari pembiayaan produk-produk SANY.
Untuk mendukung pencapaian target, perusahaan akan memprioritaskan penguatan fondasi operasional pada tahun pertama. Fokusnya meliputi penyempurnaan sistem dan prosedur, pengendalian internal, manajemen risiko, serta kepatuhan terhadap regulasi.
Setelah fondasi operasional terbentuk, SIF berencana meningkatkan aktivitas bisnis secara lebih agresif pada tahun kedua.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: