Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        BEM UI Sentil Janji Kampanye Gibran: Ijab Kabul 19 Juta Lapangan Kerja Mana Buktinya?

        BEM UI Sentil Janji Kampanye Gibran: Ijab Kabul 19 Juta Lapangan Kerja Mana Buktinya? Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Wakil Ketua BEM Universitas Indonesia (UI) Fathimah Azzahrah menagih janji pemerintah terkait penyediaan 19 juta lapangan pekerjaan. Ia menilai hingga kini belum terlihat perkembangan signifikan untuk merealisasikan target tersebut.

        Tuntutan itu disampaikan Fathimah kepada Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko dalam program Rosi yang tayang di YouTube Kompas TV.

        “Salah satu ijab kabul juga yang sudah diucapkan oleh Pak Gibran pada saat itu, terkait 19 juta lapangan pekerjaan, yang harusnya itu berkaitan dengan pengentasan kemiskinan juga,” kata Fathimah, dikutip Jumat (30/10/2026).

        Menurut Fathimah, masyarakat belum melihat progres yang cukup berarti dalam pemenuhan janji tersebut. Ia juga menyoroti kondisi ketika sebagian orang akhirnya harus menerima pekerjaan kasar karena terbatasnya kesempatan kerja.

        “Dan kita tuh sejauh ini sebagai masyarakat, belum melihat ada progres ke arah sana yang cukup signifikan dan mutakhir gitu,” ungkapnya.

        Fathimah menegaskan, generasi Z tidak sekadar mengharapkan tersedianya pekerjaan dalam jumlah besar. Mereka juga menginginkan lapangan kerja yang memiliki daya saing global dan mampu memberikan prospek ke depan.

        “Tapi kita sebetulnya sebagai Gen Z mungkin berharap, bahwa lapangan pekerjaan yang baru ini juga lapangan pekerjaan yang mampu berdaya saing global di ke depannya gitu,” pungkasnya.

        Menanggapi tuntutan tersebut, Budiman menyebut target penyediaan lapangan kerja dalam pengertian tradisional sulit diwujudkan. Ia kemudian menekankan perlunya pendekatan baru dalam memahami dan menciptakan pekerjaan.

        “Lapangan kerja dalam pengertian tradisional, imposibel (mustahil),” kata Budiman.

        “Yang harus dilakukan, dan kami sadari itu, lapangan kerja dalam pengertian baru,” ujarnya.

        Mantan kader PDI Perjuangan itu juga menyinggung konsep kesejahteraan yang menurutnya tidak selalu bergantung pada pekerjaan konvensional. Ia menyebut pendapatan dasar universal, layanan dasar universal, dan aset dasar universal sebagai bagian dari pendekatan yang perlu diperhatikan.

        Baca Juga: Kubu Gibran Minta DPR Jangan Main-Main Sikapi Putusan MK, Sebut Bisa Berakibat Fatal!

        “Kesejahteraan tidak ada hubungannya dengan lapangan kerja, sekadar ngukir, sekarang maruk, sekadar gotong kayu. Ada tantangan digitalisasi, itu yang harus kita jawab juga,” pungkas Budiman.

        Budiman turut menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi dengan perkembangan ekosistem digital. Menurutnya, perubahan dunia kerja akibat digitalisasi menjadi tantangan yang harus dijawab pemerintah.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Bagikan Artikel: