Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Takut Kehilangan Suara, Parpol Tak Berani Abaikan Tuntutan Pemakzulan Gibran

        Takut Kehilangan Suara, Parpol Tak Berani Abaikan Tuntutan Pemakzulan Gibran Kredit Foto: Antara/Hasrul Said
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Jurnalis senior Hersubeno Arief menyoroti sikap partai-partai politik di tengah gelombang desakan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

        Hersubeno berpandangan, upaya pemakzulan Gibran berpotensi semakin sulit dibendung jika PKS dan PDIP menggelar pertemuan yang kemudian diikuti oleh partai-partai politik lainnya.

        "Karena itu jika terwujud pertemuan antara PKS dan PDIP apalagi kemudian diikuti oleh partai-partai lain, maka yang terjadi adalah gelombang besar pemakzulan itu tidak tertahankan lagi," ujar Hersubeno, dikutip dalam kanal YouTube Hersubeno Point, Jumat (30/10).

        Baca Juga: MA Kabulkan Kasasi Subhan soal Suket Pendidikan Gibran, Bonatua Silalahi: Dampaknya Luas!

        Hersubeno juga menilai adanya pergeseran sikap publik yang semakin menginginkan pemakzulan Gibran. Menurut dia, kondisi tersebut berpotensi membuat partai-partai politik tidak berani mengabaikan aspirasi masyarakat.

        "Dengan mood publik yang menunjukkan terjadinya pergeseran sikap menginginkan pemakzulan itu jauh lebih besar, partai-partai dipastikan tidak akan berani mengabaikan begitu saja," jelasnya.

        Terlebih, saat ini Indonesia mulai memasuki tahun politik. Hersubeno menilai partai-partai tidak ingin kehilangan dukungan konstituen yang menginginkan Gibran dimakzulkan.

        "Lagi pula buat partai-partai politik termasuk ee Gerindra tidak ada untungnya kok sesungguhnya tetap membela dan mempertahankan Gibran," tandasnya.

        Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PKS, Muhammad Kholid, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, mengenai polemik dokumen pendidikan Gibran.

        Dalam komunikasi tersebut, menurut Kholid, PDIP menyambut baik aspirasi publik yang berkaitan dengan polemik ijazah Gibran.

        "Terakhir komunikasi dengan Sekjen PDIP Mas Hasto. Beliau sampaikan PDIP menyambut baik aspirasi publik terkait ijazah gate ini," kata Kholid, dikutip Kamis (29/10).

        Ia menjelaskan, dalam beberapa waktu terakhir, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS menerima berbagai kelompok masyarakat yang ingin menyampaikan pandangan mereka. Kelompok tersebut meliputi organisasi masyarakat sipil, aliansi mahasiswa, serta kalangan akademisi.

        Mereka mendorong agar persoalan mengenai persyaratan administratif pendidikan Gibran diselesaikan melalui mekanisme konstitusional di DPR RI.

        Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, PKS tengah mempertimbangkan sejumlah opsi yang dapat ditempuh melalui fungsi pengawasan parlemen. Salah satu kemungkinan yang sedang dikaji ialah penggunaan hak angket untuk membentuk panitia khusus (pansus).

        Baca Juga: Denny Indrayana Mengendus Banyak Mata Kuliah Gagal di Transkrip Nilai Gibran saat Kuliah di UTS Insearch

        Meski demikian, Kholid menegaskan bahwa partainya belum menetapkan keputusan akhir mengenai langkah politik yang akan diambil. PKS masih perlu berkomunikasi dengan fraksi-fraksi lain di DPR sebelum menentukan sikap.

        "Nanti kami lihat respons kawan-kawan lainnya di DPR ya. Kami terus akan jalin komunikasi dengan semua pihak," ujarnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: