Kredit Foto: BPMI
Presiden Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras mengenai bahaya amnesia sejarah di kalangan masyarakat modern. Hal itu dilakukannya untuk membangun optimisme dan kewaspadaan di Indonesia.
Prabowo menegaskan bahwa bangsa yang mengabaikan rekam jejak masa lalunya akan rentan terjatuh pada lubang penderitaan yang sama, dan alam secara otomatis akan memberikan ganjarannya.
Baca Juga: Ketegangan Belum Usai, Indonesia Cium Praktik 'Gelap' Singapura Terkait 148 Kargo Gas RI
"Mereka yang malas belajar sejarah akan dihukum oleh sejarah. Ini pelajaran ribuan tahun," ujar Prabowo dikutip Sabtu (31/10/2026).
Konsep 'hukuman sejarah' yang disinggung presiden merujuk langsung pada rentetan kolonialisme yang pernah mencengkeram Indonesia selama ratusan tahun.
Hilangnya kedaulatan di masa lalu bermula dari ketidakmampuan bangsa menjaga persatuan di tengah infiltrasi paham-paham yang memecah belah dan mengerdilkan kepentingan nasional.
Kendati mengakui masih adanya potensi ancaman serupa di masa kini, presiden meyakini kekuatan negara saat ini jauh lebih tangguh untuk memitigasi dan mengatasi persoalan tersebut.
Untuk memperkuat benteng pertahanan dari hukuman sejarah tersebut, presiden menekankan pentingnya pendidikan struktural dan kultural. Ia menyebut keberhasilan pembangunan suatu bangsa bertumpu pada pendidikan yang dimulai bahkan sejak anak belum lahir, berlanjut ke pendidikan orang tua, usia dini, hingga ke level lanjutan.
Demi mewujudkan arsitektur pendidikan yang paripurna tersebut, negara diwajibkan melakukan intervensi pendanaan dalam skala raksasa. Hal ini hanya bisa dieksekusi jika seluruh instrumen pemerintahan berkomitmen mengamankan sumber daya alam dan aset finansial negara dari mentalitas korup para pejabatnya.
Baca Juga: BYD Subang Digeruduk Ormas, Menteri Prabowo: Warga Merasa Belum Cukup, Jangan Beda Frekuensi
Prabowo menutup pesannya dengan deklarasi tanpa kompromi bahwa segala bentuk korupsi, penyelewengan, dan penyalahgunaan wewenang adalah akar dari segala kehancuran bangsa yang telah terbukti berulang kali dalam catatan sejarah.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: