Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        60% UMKM Milik Perempuan, Tapi Akses Modal Masih Tersendat

        60% UMKM Milik Perempuan, Tapi Akses Modal Masih Tersendat Kredit Foto: Dwi Aditya Putra
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Berdasarkan data World Bank tahun 2020, sebesar 60% usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia dimiliki perempuan. Namun sayangnya, akses pembiayaan masih menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan usaha mereka.

        Di tengah kendala itu, pemanfaatan kredit untuk kebutuhan produktif menjadi salah satu jalur yang dapat membuka akses modal bagi perempuan pelaku usaha.

        Ditilik berdasarkan laporan Dampak Sosial dan Ekonomi Kredivo, pada 2025 sebanyak 54% kredit yang disalurkan perusahaan digunakan untuk kebutuhan produktif. Di periode yang sama, jumlah pengguna yang mengakses kredit sebagai modal usaha meningkat hingga 15 kali lipat dibandingkan 2019. Selain itu, laporan tersebut juga mencatat 48% penerima kredit usaha Kredivo merupakan perempuan.

        Chief Marketing Officer Kredivo, Indina Andamari, mengatakan akses pembiayaan yang sesuai kebutuhan dan kemampuan dapat membantu perempuan mengembangkan usaha sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi.

        “Sejak berdiri pada 2016, Kredivo percaya bahwa inklusi keuangan harus memberikan kesempatan yang setara, termasuk bagi laki-laki maupun perempuan untuk mengakses pembiayaan. Akses kredit yang sesuai kebutuhan dan kemampuan dapat menjadi salah satu enabler bagi perempuan untuk mengembangkan usaha, memperkuat kemandirian ekonomi, hingga berdampak pada kesejahteraan keluarga. Karena itu, kami ingin memastikan semakin banyak perempuan tidak hanya terjangkau layanan kredit, tetapi juga dapat memanfaatkannya secara produktif dan bertanggung jawab,” ujar Indina dalam keterangan tertulis, Minggu (1/11/2026).

        Wakil Kepala Bidang Penelitian dan Pelatihan LD FEB UI, Paksi Walandouw, menilai akses terhadap sumber daya ekonomi dapat memengaruhi posisi tawar perempuan dalam keluarga maupun aktivitas ekonomi.

        Baca Juga: Omzet Produk UMKM di Jaringan SRC Tembus Rp12,9 Triliun, Naik 128%

        “Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Kredivo turut memperluas akses kredit bagi perempuan, dengan 48% pengguna yang pertama kali mengakses kredit melalui Kredivo adalah perempuan. Hal ini menjadi indikasi positif bagi inklusi keuangan, mengingat akses terhadap sumber daya ekonomi dapat memengaruhi posisi tawar perempuan, baik dalam keluarga maupun aktivitas ekonomi yang lebih luas,” jelas Paksi.

        Di sisi lain, perluasan akses kredit perlu disertai pemahaman dalam mengelola pinjaman. Laporan yang sama mencatat 65,7% pengguna Kredivo tergolong well-literate secara finansial.

        “Semakin luas akses yang terbuka, semakin penting memastikan pertumbuhannya tetap sehat. Karena itu, perluasan inklusi perlu berjalan beriringan dengan literasi keuangan dan penerapan responsible lending, agar masyarakat tidak hanya memiliki akses terhadap kredit, tetapi juga mampu menggunakannya secara bijak sesuai kebutuhan dan kemampuan finansialnya,” tutup Indina.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Fajar Sulaiman

        Bagikan Artikel: