Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Puluhan UMKM Ikuti Hari Ritel Nasional 2026, Wali Kota Bandung Ikut Cicipi Produk Kuliner

Puluhan UMKM Ikuti Hari Ritel Nasional 2026, Wali Kota Bandung Ikut Cicipi Produk Kuliner Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menggelar rangkaian peringatan Hari Ritel Nasional (HRN) 2026 di Kota Bandung, Jumat (6/11/2026).

Kegiatan ini melibatkan sekitar 40 UMKM binaan Aprindo dan Badan Standardisasi Nasional (BSN) untuk memperkuat kualitas produk lokal dan membuka akses ke jaringan ritel modern.

Mengangkat tema "Produk Lokal Bermutu UMKM, Naik Kelas ke Ritel", seminar hybrid tersebut menjadi bagian dari rangkaian HRN dan Bulan Mutu Nasional 2026. Pembahasan difokuskan pada keamanan pangan, standardisasi produk, kepercayaan pasar, serta kelancaran distribusi produk UMKM.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan turut hadir dan membuka kegiatan secara resmi. Dalam kesempatan itu, Farhan menyapa para pelaku UMKM serta meninjau produk lokal yang dipamerkan, termasuk mencicipi sejumlah produk kuliner.

Farhan mengapresiasi konsistensi Aprindo dalam mendukung pengembangan usaha mikro, termasuk UMKM di Kota Bandung.

"Saya berterima kasih kepada Aprindo karena selalu konsisten dalam membangun dan mengembangkan potensi yang dimiliki para pelaku UMKM. Khususnya juga untuk UMKM dari Kota Bandung. Sehingga ini bisa menjadi nilai tambah. Bisnis ritel di Kota Bandung benar-benar memiliki nilai tambah yang tinggi," katanya.

Dalam seminar tersebut, Direktur Pengawasan Peredaran Pangan Olahan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Dr. Didik Joko Pursito, menjelaskan pentingnya keamanan pangan sebagai syarat membangun kepercayaan konsumen dan memperluas jangkauan pasar.

Dia menekankan pengawasan pangan harus dilakukan dari hulu hingga hilir (from farm to table). Aspek yang perlu diperhatikan meliputi pemilihan bahan baku, penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) sesuai ketentuan, proses produksi yang higienis, hingga pengendalian suhu selama distribusi.

Didik juga menyampaikan bahwa pemerintah memberikan kemudahan bagi pelaku usaha mikro dan kecil melalui pemberlakuan tarif nol rupiah untuk penerbitan Sertifikat Izin Penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (IP CPPOB) dan registrasi pangan olahan berdasarkan PP Nomor 15 Tahun 2026.

Sementara itu, Ketua Bidang UMKM, Ekspor dan Impor Asosiasi Pengusaha Pemasok Pasar Modern Indonesia (AP3MI), Irwan S. Widjaja, memaparkan sejumlah persyaratan produk agar dapat diterima jaringan ritel modern.

Menurut Irwan, pelaku UMKM perlu memiliki legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), izin edar BPOM atau P-IRT, serta sertifikat halal. Selain itu, kualitas dan informasi pada kemasan, masa simpan produk (shelf life), konsistensi kapasitas produksi, dan ketersediaan barcode juga menjadi aspek penting.

Ketua Panitia HRN 2026, FX Yudi, mengatakan peringatan Hari Ritel Nasional tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial industri ritel. Momentum tersebut diharapkan menjadi gerakan kolaborasi untuk meningkatkan daya saing usaha mikro dan produk lokal.

Baca Juga: Tukang Pijet dan Warteg Kena Pajak Penghasilan? Menteri UMKM Jelaskan Aturannya

Menurut dia, kerja sama antara peritel modern, asosiasi pemasok, BPOM, dan pemerintah daerah diperlukan untuk memperluas akses pasar UMKM.

Melalui pendampingan terkait standardisasi mutu, perizinan, dan rantai pasok, produk lokal diharapkan mampu memenuhi persyaratan jaringan ritel modern dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Rangkaian Hari Ritel Nasional 2026 di Bandung akan dilanjutkan dengan sejumlah agenda pelatihan dan pameran produk lokal. Seluruh rangkaian kegiatan dijadwalkan mencapai puncaknya pada 11 November 2026.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat