Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Prof Uceng Diminta Pakai Sunscreen Tiap Berorasi dalam Aksi Demonstrasi, 'Biar Glowing'

        Prof Uceng Diminta Pakai Sunscreen Tiap Berorasi dalam Aksi Demonstrasi, 'Biar Glowing' Kredit Foto: FB Uceng
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Sosok Guru Besar Fakultas Hukum UGM Zainal Arifin Mochtar dikenal sebagai akademisi yang kritis, meski berstatus ASN, ia tetap tak sungkan mengkritik kebijakan pemerintah Prabowo-Gibran yang dianggap tidak memihak rakyat.

        Beberapa hari lalu, Uceng, sapaan akrabnya, mengikuti aksi demonstrasi bersama mahasiswa di kawasan DPRD Yogyakarta pada Jumat (28/10).

        Mengetahui, bahwa ia suka 'demo', Uceng mengaku dikirimin 'sesuatu' oleh temannya. Apa itu?

        "Bu Dokter R memang top. Beliau ini teman SMA saya. Juga teman SMA istri saya. Orangnya aseli sangat baik. Setiap ke Jogja pasti mampir dan bawa "oleh-oleh". Kali ini saya merepotkan lagi, saya ke beliau krn ada sesuatu di kulit wajah tepat di bawah mata kanan. Mulai terasa mengganggu. Oleh bu dokter, langsung selesai, sat-set. Tuntas. Dan gak mau nerima bayaran dari saya.

        Thanks du Dokter. Sehat-sehat ki' selalu. Ia juga memamerkan pesan dari temannya tersebut yang berbunyi, 'Jangan lupa pakai suncscreen sebelum orasi biar glowing," tulisnya.

        Untuk diketahui, dalam aksi pada Jumat (28/10), Uceng ketahuan mengikuti aksi demonstrasi memperingati Hari Sumpah Pemuda di Gedung DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), kawasan Malioboro, Yogyakarta.

        Dalam orasinya, Zainal menyoroti persoalan ketimpangan ekonomi dan kaitannya dengan kualitas demokrasi di Indonesia. Ia menegaskan bahwa kedaulatan dalam demokrasi seharusnya tetap berada di tangan rakyat.

        “Ajaran utama bicara demokrasi adalah kedaulatan, tapi tidak pernah pindah dari kita,” ujar Zainal.

        Ia kemudian menyinggung kesenjangan kekayaan di Indonesia dengan membandingkan kelompok masyarakat terkaya dengan puluhan juta penduduk lainnya.

        “Coba bayangkan 50 orang terkaya di Indonesia, sama dengan 50 juta orang Indonesia,” katanya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: