Kredit Foto: Sufri Yuliardi
PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) mencatatkan penyaluran kredit tumbuh 16% secara tahunan (yoy) menjadi sebesar Rp190,8 triliun hingga kuartal III-2026, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan total aset yang mencapai 13% menjadi Rp350,5 triliun per September 2026.
Adapun pertumbuhan tersebut menjadi salah satu penopang kinerja bisnis OCBC di tengah dinamika industri perbankan. Per akhir September 2026, bank juga membukukan laba bersih Rp4,03 triliun atau meningkat 5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Presiden Direktur OCBC Parwati Surjaudaja mengatakan perusahaan tetap mengarahkan ekspansi bisnis dengan memperhatikan kualitas aset, permodalan, dan likuiditas. Strategi tersebut dijalankan agar pertumbuhan kredit tidak mengabaikan prinsip kehati-hatian.
“Bagi kami, resiliensi bukan sekadar kemampuan untuk bertahan menghadapi dinamika pasar, tetapi juga kemampuan untuk terus tumbuh secara sehat dan prudent. OCBC secara konsisten menjalankan strategi pertumbuhan bisnis dengan dukungan permodalan dan likuiditas yang solid. Pertumbuhan bisnis senantiasa selaras dengan kualitas aset yang terjaga, fokus pada kebutuhan nasabah, serta orientasi pada pertumbuhan jangka panjang,” ujar Parwati dalam keterangan teretulis, Minggu (1/11/2026).
Baca Juga: Bisnis Dialihkan ke OCBC, HSBC Masih Genjot Nasabah Premium
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) OCBC tumbuh 6% YoY menjadi Rp244,2 triliun. Adapun pertumbuhan tersebut ditopang deposito berjangka yang meningkat 8% menjadi Rp109,6 triliun, sedangkan dana giro dan tabungan atau Current Account and Savings Account (CASA) naik 5% menjadi Rp134,5 triliun.
Lebih lanjut, rasio CASA tercatat sebesar 55,1%. Komposisi pendanaan tersebut menunjukkan kontribusi dana murah tetap menjadi bagian penting dalam struktur penghimpunan dana OCBC untuk mendukung aktivitas penyaluran kredit.
Dari sisi permodalan dan likuiditas juga masih terpantau sehat hingga September 2026. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) mencapai 23,7%, sedangkan rasio kecukupan likuiditas (Liquidity Coverage Ratio/LCR) sebesar 252,7%. Adapun rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (Loan to Deposit Ratio/LDR) berada di level 77,5%.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: