Teddy: Raffi Ahmad Diserang Karena Ada Nilai Jualnya, yang Gak Terkenal Jadi Terkenal Lagi
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Polemik kehadiran Raffi Ahmad dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, masih terus disorot.
Kali ini, Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi justru mempertanyakan pihak-pihak yang melayangkan kritik kepada Raffi, padahal selebritas tersebut datang sebagai tamu undangan.
Melalui akun X, Teddy menilai sorotan terhadap Raffi tidak tepat sasaran. Menurutnya, pihak yang seharusnya menjadi perhatian adalah penyelenggara acara, bukan tamu yang hanya memenuhi undangan.
Baca Juga: Raffi Ahmad Bela Diri soal Deklarasi Pemuda, Penyelenggara Ikut Bersuara
"Kenapa mereka menyerang Raffi Ahmad yang hanya undangan? bukan menyerang penyelenggara? Walaupun penyelenggara tidak ada salahnya juga," tulisnya di akun X, dikutip Senin (2/11/2026).
Teddy kemudian menyinggung kemungkinan adanya kepentingan untuk mendapatkan perhatian publik di balik kritik yang diarahkan kepada Raffi. Ia menilai nama besar Raffi lebih mudah menarik perhatian dibandingkan pihak penyelenggara acara.
"Karena kalau menyerang penyelenggara, gak ada nilai jualnya, mereka gak akan jadi pemberitaan," ujarnya.
Ia pun menyebut serangan terhadap Raffi bisa menjadi jalan bagi pihak tertentu untuk kembali mendapatkan sorotan.
"Kalau serang Raffi Ahmad, ada nilai jualnya, yang sudah gak terkenal jadi terkenal lagi. Logikanya kan begitu," pungkas dia.
Sebelumnya, Raffi Ahmad telah memberikan klarifikasi terkait kehadirannya dalam acara yang berlangsung pada Kamis (29/10/2026) pagi tersebut. Melalui video di akun Instagram resmi Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, ia menegaskan bahwa dirinya datang semata-mata sebagai undangan.
Baca Juga: Raffi Ahmad Dikasihani Usai Deklarasi Sumpah Pemuda: Circle Aa Penjilat Semua
"Saya Raffi Ahmad, dengan kerendahan hati saya, izinkan saya menyampaikan beberapa hal terkait acara pada tanggal 29 Oktober lalu," kata Raffi dalam videonya yang diunggah di akun Instagram resmi Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni.
Dalam penjelasannya, Raffi menyebut Polda Metro Jaya sebagai penyelenggara kegiatan. Ia mengatakan kehadirannya merupakan bagian dari kebiasaannya untuk berupaya memenuhi undangan yang diterima, siapa pun pihak yang mengundangnya.
"Sudah menjadi kebiasaan dari sejak dulu, di setiap ada undangan, siapa pun yang mengundang saya, insyaallah saya selalu mengupayakan untuk hadir walaupun sebentar," ucapnya.
Meski membantah terlibat sebagai penyelenggara, Raffi tetap menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan yang muncul setelah kehadirannya menjadi sorotan. Ia juga mengakui peristiwa tersebut menjadi pengingat agar lebih teliti dalam memahami informasi sebelum menghadiri suatu kegiatan.
"Selama ini saya mengajak masyarakat seluruhnya untuk tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, menjauhkan dari ujaran kebencian, apalagi yang diiringi dengan caci maki, sampai dengan fitnah. Dan kejadian ini menjadi pengingat bagi saya untuk lebih teliti, memahami informasi, dan lebih berhati-hati dalam mengambil langkah,," ungkap Raffi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: