Kredit Foto: Latin NCAP
Chery Tiggo 2 mendapat hasil buruk dalam pengujian keselamatan yang dilakukan Latin New Car Assessment Programme (Latin NCAP). SUV ringkas tersebut hanya meraih nol bintang setelah menjalani serangkaian uji tabrak di kawasan Amerika Latin dan Karibia.
Model yang diuji merupakan kendaraan yang dipasarkan dengan nama Tiggo 2 Pro, Tiggo 2 Pro Max, dan Chirey Tiggo 2 di Meksiko. Meski sudah dibekali empat airbag dan Electronic Stability Control (ESC), hasil pengujiannya menunjukkan sejumlah kelemahan serius.
Berdasarkan laporan resmi Latin NCAP, seperti dikutip Senin (2/11/2026), Tiggo 2 memperoleh skor 0% untuk perlindungan penumpang dewasa dan 0% untuk perlindungan penumpang anak-anak. Sementara itu, perlindungan terhadap pejalan kaki mendapatkan nilai 49% dan fitur bantuan keselamatan (Safety Assist) sebesar 45%.
Salah satu persoalan utama ditemukan pada konstruksi kendaraan. Saat menjalani uji tabrak frontal, struktur mobil dan area ruang kaki (footwell) menunjukkan ketidakstabilan. Kondisi tersebut menyebabkan risiko cedera serius, terutama akibat tingginya tekanan pada bagian dada pengemudi.
Latin NCAP juga menemukan potensi kebakaran selama pengujian tabrak frontal. Temuan ini menjadi perhatian karena dapat membahayakan penumpang sekaligus petugas yang melakukan penanganan setelah kecelakaan.
Dari sisi kelengkapan keselamatan, Tiggo 2 juga belum memiliki sejumlah fitur penting. Mobil ini tidak dilengkapi pelindung kepala samping sebagai perlengkapan standar. Kursi belakang pun belum menggunakan pretensioner dan load limiter pada sabuk pengaman.
Selain itu, model yang diuji tidak dibekali Advanced Driver Assistance Systems (ADAS).
Sekretaris Jenderal Latin NCAP Alejandro Furas menilai hasil tersebut menjadi catatan serius bagi Chery karena Tiggo 2 menyasar segmen pasar yang cukup populer.
Chairman Latin NCAP Stephan Brodziak juga menyebut hasil pengujian tersebut sangat buruk, terlebih kendaraan yang diuji merupakan mobil baru.
"Setelah bertahun-tahun berupaya meningkatkan standar keselamatan kendaraan, perolehan skor nol untuk perlindungan penumpang dewasa maupun anak-anak, ditambah dengan adanya risiko kebakaran, sama sekali tidak dapat diterima," kata Brodziak dikutip dari situs resmi Latin NCAP.
Baca Juga: China Jadi Raja Mobil Listrik, Ternyata Salah Satu Tokoh Kuncinya Lahir di Indonesia!
Baca Juga: Moeldoko Minta Keistimewaan Mobil Listrik Disetop Saat Pangsa Pasar Tembus 30%
Dia meminta Chery segera memperbaiki kekurangan tersebut dan membuktikannya melalui pengujian independen. Menurutnya, konsumen berhak mendapatkan kendaraan baru dengan standar perlindungan yang memadai.
Brodziak juga mendorong pemerintah menerapkan kewajiban pelabelan keselamatan kendaraan berdasarkan hasil penilaian independen. Dengan begitu, calon pembeli bisa mengetahui tingkat perlindungan sebuah mobil sebelum memutuskan untuk membelinya.
Sebagai informasi, Chery Tiggo 2 merupakan SUV ringkas kelas bawah yang juga dikenal sebagai Chery Tiggo 3x di China. Model ini menyasar pasar berkembang, termasuk Asia Tenggara, Amerika Latin, dan Timur Tengah.
SUV tersebut memiliki panjang 4.200 mm, lebar 1.760 mm, tinggi 1.570 mm, serta jarak sumbu roda 2.555 mm.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: