Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Impor Nonmigas RI Tumbuh 16,92%, China Pasok US$76,16 Miliar

        Impor Nonmigas RI Tumbuh 16,92%, China Pasok US$76,16 Miliar Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Badan Pusat Statistik (BPS) Mencatat ,Impor nonminyak dan gas bumi (nonmigas) Indonesia mencapai US$178,06 miliar sepanjang Januari-September 2026. Nilai tersebut meningkat 16,92% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

        Adapun, China disebut menjadi negara pemasok terbesar dengan nilai mencapai US$76,16 miliar.

        Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono mengatakan, tiga negara utama asal impor nonmigas Indonesia adalah China, Jepang, dan Australia. Ketiganya memasok lebih dari separuh kebutuhan impor nonmigas Indonesia.

        “Tiga besar negara asal impor Indonesia yaitu berasal dari Tiongkok, Jepang, dan juga Australia. Ketiga negara tersebut memberikan share 52,94% dari total impor nonmigas Indonesia,” kata Ateng dalam konferensi pers, Senin (2/11/2026).

        Berdasarkan paparan BPS, impor nonmigas dari China mencapai US$76,16 miliar. Angka tersebut setara dengan 42,77% dari total impor nonmigas Indonesia. Sementara itu, impor dari Jepang tercatat sebesar US$10,04 miliar dan Australia US$8,07 miliar.

        Besarnya nilai impor dari China memperlihatkan dominasi negara tersebut sebagai pemasok barang nonmigas ke Indonesia. Bahkan, nilai impornya terpaut jauh dibandingkan dua negara pemasok utama lainnya.

        Dari China, barang yang paling banyak diimpor Indonesia berasal dari kelompok mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya atau kode HS85. Komoditas ini memiliki porsi 22,13% dari total impor nonmigas asal China dan tumbuh 27,83% secara tahunan kumulatif.

        Sementara itu, impor dari Jepang didominasi mesin dan peralatan mekanik atau HS84 dengan porsi 19,82%. Namun, nilai impor komoditas tersebut justru turun 16,24%. Adapun impor dari Australia terutama berasal dari kelompok logam mulia dan perhiasan atau permata (HS71), yang memiliki porsi 18,57% dan tumbuh 202,99%.

        Baca Juga: BPS Catat Inflasi Tahunan Oktober 2026 Tembus 3,23 Persen

        Baca Juga: BPSDM Kemendagri Latih 110 Petugas Damkar untuk Perkuat Penanganan Darurat

        Secara keseluruhan, tiga kelompok barang yang paling banyak diimpor Indonesia sepanjang Januari-September 2026 adalah mesin dan peralatan mekanik, mesin dan perlengkapan elektrik, serta plastik dan barang dari plastik. Ketiganya menyumbang sekitar 37,95% terhadap total impor nonmigas.

        Impor mesin dan perlengkapan elektrik meningkat 23,30% dari sisi nilai dan 47,56% dari sisi volume. Sementara itu, impor mesin dan peralatan mekanik naik 13,47% secara nilai dan 6,98% secara volume. Adapun impor plastik dan barang dari plastik tumbuh 20,20% secara nilai.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aryo Hadi Wibowo
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: