Tujuh Pemain Naturalisasi Malaysia Bebas Hukuman FIFA, Bisa Kembali Merumput di Liga!
Kredit Foto: Instagram/ @FAMalaysia
Kabar baik datang dari sepak bola Malaysia. Tujuh pemain naturalisasi yang sebelumnya dijatuhi hukuman oleh Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) kini resmi bebas dari sanksi per 1 November 2026. Mereka kembali diperbolehkan memperkuat klub masing-masing setelah menjalani hukuman selama 12 bulan.
Kepastian tersebut membuka peluang bagi ketujuh pemain untuk kembali tampil dalam pertandingan resmi di level klub. Informasi ini juga telah dikonfirmasi oleh Liga Sepak Bola Malaysia (MFL).
Ketua Eksekutif MFL, Mohd Shazli Shaik Mohd, membenarkan berakhirnya masa hukuman tersebut ketika dimintai konfirmasi mengenai surat edaran MFL tertanggal 30 Oktober 2026.
"Betul, sahih," kata Shazli saat mengonfirmasi informasi tersebut pada Minggu (1/11/2026).
Tujuh pemain yang dimaksud adalah Facundo Garces, Imanol Machuca, Rodrigo Holgado, Jon Irazabal, Gabriel Palmero, Joao Figueireido, dan Hector Hevel.
Saat ini, Garces tercatat memperkuat Deportivo Alaves di Spanyol, sedangkan Machuca bermain bersama Independiente di Argentina. Sementara itu, Holgado diperkirakan bergabung dengan DPMM, klub Brunei Darussalam yang berkompetisi di Liga Malaysia.
Adapun empat pemain lainnya, yakni Irazabal, Palmero, Figueireido, dan Hevel, merupakan bagian dari skuad Johor Darul Ta'zim (JDT).
Baca Juga: Thom Haye Tak Kuasa Menahan Air Mata saat Mengenang Sang Nenek di Film The Longest Wait
Meski telah bebas dari sanksi, ketujuh pemain tersebut belum otomatis bisa kembali memperkuat Timnas Malaysia. Persoalan kelayakan mereka untuk membela Harimau Malaya masih belum mendapatkan pengakuan dari FIFA.
Mereka harus membuktikan keabsahan dokumen naturalisasi dan memenuhi persyaratan kelayakan pemain tim nasional sesuai regulasi FIFA.
Sebelumnya, pada 26 September 2025, Komite Disiplin FIFA menjatuhkan hukuman kepada tujuh pemain tersebut setelah menemukan penggunaan dokumen yang dipalsukan dalam proses pembuktian kelayakan untuk memperkuat Malaysia.
Akibat kasus tersebut, Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dijatuhi denda sebesar 350.000 franc Swiss. Sementara itu, masing-masing pemain dikenai denda 2.000 franc Swiss dan larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan.
Pada 5 Maret 2026, Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) mengabulkan sebagian banding para pemain. CAS tetap mempertahankan hukuman larangan selama 12 bulan, tetapi membatasi sanksi tersebut hanya untuk pertandingan resmi dan bukan seluruh aktivitas sepak bola.
Dengan berakhirnya masa hukuman, ketujuh pemain kini memiliki kesempatan kembali membangun karier profesional bersama klub masing-masing. Namun, peluang untuk mengenakan seragam Timnas Malaysia masih bergantung pada penyelesaian persoalan kelayakan mereka di FIFA.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Taufan Bara Mukti
Editor: Taufan Bara Mukti